Guru Suruh Murid Tampar Siswa Muslim, Sekolah di India Ditutup

Selasa, 29 Agustus 2023 - 18:20 WIB
loading...
Guru Suruh Murid Tampar...
Pemerintah wilayah di India telah menutup sekolah setelah seorang guru memerintahkan muridnya untuk menampar siswa Muslim. Foto/Ilustrasi
A A A
NEW DELHI - Pihak berwenang di India telah menutup sekolah setelah viral video seorang guru menyuruh muridnya untuk menampar seorang siswa Muslim. Aksi itu telah memicu kemarahan di negara tersebut.

Tripta Tyagi, seorang guru di Sekolah Umum Neha di kota Muzaffarnagar, negara bagian Uttar Pradesh, terdengar meminta anak-anak lain untuk memukul seorang anak Muslim “lebih keras” saat dia berdiri di depan kelas sambil menangis.

Guru tersebut telah didakwa berdasarkan beberapa pasal hukum pidana India, dan pejabat negara mengatakan kepada surat kabar Hindustan Times bahwa sekolah tersebut telah ditutup sementara. Pejabat itu menambahkan bahwa mereka sedang meminta klarifikasi mengenai sertifikasi sekolah tersebut untuk berfungsi sebagai lembaga pendidikan.

Shubham Shukla, pejabat pendidikan di Muzaffarnagar, mengatakan sekolah di Uttar Pradesh itu masih dapat dibuka kembali setelah pihak berwenang menyelesaikan masalah sertifikasi.

“Kami telah melakukan penyelidikan. Kami menemukan bahwa sekolah tersebut tidak memenuhi kriteria departemen. Kami telah mengeluarkan pemberitahuan kepada sekolah untuk menyegelnya dan pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan untuk mengambil tindakan lebih lanjut. Pemberitahuan juga telah diberikan kepada guru karena memukul anak tersebut,” katanya kepada surat kabar The Indian Express yang dikutip dari Daily Express, Selasa (29/8/2023).

“Itu adalah bangunan yang sedang dibangun dan gurunya mengajar siswa di rumahnya,” kata seorang pejabat kepada outlet tersebut tanpa menyebut nama.

“Tidak ada kipas angin atau lampu untuk anak-anak. Tidak ada bagian untuk kelas 1 sampai 5. Kami telah menyegelnya untuk saat ini,” sambungnya.

Pejabat itu mengatakan para siswa, termasuk anak beragama Islam, akan diberikan izin masuk ke sekolah negeri di desa Khabbupur dekat Muzaffarnagar.

“Ada sekolah dasar negeri di desa ini. Anak-anak yang ingin ke sana akan didaftarkan di sana. Siswa yang ingin melanjutkan sekolah di sekolah swasta dapat melakukannya karena sudah membayar biayanya. Formalitas termasuk surat keterangan pindah (anak-anak) akan diselesaikan oleh departemen sehingga orang tua tidak menghadapi beban tambahan,” kata Shukla seperti dikutip oleh kantor berita PTI.

Baca Juga: Video Guru Suruh Murid Tampar Siswa Muslim Picu Kemarahan di India

Ketika keluarga Tyagi didekati untuk dimintai komentar atas tindakan pihak berwenang, mereka mengatakan bahwa mereka “terganggu”, lapor Indian Express.

Namun, dalam video terpisah yang kemudian muncul di media sosial, guru tersebut berusaha membela diri dengan mengatakan bahwa karena dia cacat dan tidak dapat berdiri untuk memukul anak tersebut, dia menyuruh siswanya melakukan hal tersebut.

Dia mengatakan tindakannya tidak memiliki bias agama.

“Saya melakukan kesalahan dengan membuat anak itu dipukuli oleh siswa. Saya cacat dan tidak bisa bangun,” aku Tyagi.

Dia mengklaim video kejadian tersebut telah dirusak dan hanya sebagian dari apa yang dia katakan yang ditampilkan di dalamnya.

Namun dalam wawancara lainnya dengan saluran berita India NDTV, Tyagi tetap tidak menyesal atas tindakannya, dengan mengatakan: “Saya tidak malu."

“Saya telah mengabdi pada masyarakat desa ini sebagai guru. Mereka semua bersamaku,” imbuhnya.

Membela penerapan hukuman fisik, Tyagi mengatakan penting untuk mengontrol siswa di sekolah.

“Beginilah cara kami mengatasinya,” katanya.

Guru tersebut sebelumnya menganggap penyerangan terhadap anak tersebut sebagai masalah kecil.

Baca Juga: Guru India Akui Suruh Murid-murid Tampar Siswa Muslim: 'Itu Masalah Kecil'

Politisi lokal pada hari Sabtu memediasi “kompromi” antara keluarga dan anak laki-laki yang menjadi pusat insiden tersebut. Ayah anak laki-laki tersebut kemudian mengatakan kepada saluran berita bahwa pemukulan tersebut tidak bernuansa agama, meskipun dalam video tersebut guru tersebut terdengar berbicara tentang “anak-anak Muhammad (Muslim)”.

"Dia mengatakan kepada polisi bahwa yang dia maksud adalah, ibu dari anak-anak Muslim yang tidak memperhatikan pelajaran di lingkungannya, akademisnya akan hancur total”, kata seorang pejabat senior.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Head-to-Head Inggris...
Head-to-Head Inggris vs Ghana: The Three Lions Tak Pernah Kalah dari Afrika
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved