Pengamat: Militer AS Yakin Ukraina Membuang-buang Amunisi

Selasa, 29 Agustus 2023 - 05:45 WIB
loading...
Pengamat: Militer AS...
Anggota militer Ukraina menembakkan peluru dari M777 Howitzer di garis depan, saat serangan Rusia terhadap Ukraina terus berlanjut. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Pentagon percaya para komandan Ukraina perlu menghindari pemborosan amunisi dan mengubah taktik artileri mereka agar hanya mengenai sasaran yang paling penting.

Pernyataan itu diungkap kolumnis Washington Post, David Ignatius. Dalam artikel yang diterbitkan pada Minggu (27/8/2023), Ignatius mengklaim, “AS dan sekutunya semakin frustrasi terhadap Kiev atas kegagalan mereka mencapai hasil yang signifikan selama serangan balasan musim panas yang banyak dipuji, dan telah melakukan peninjauan terhadap pelajaran yang didapat selama operasi tersebut.”

Salah satu kesimpulan penting dari penilaian Washington, menurut Ignatius, adalah konflik Rusia-Ukraina kemungkinan tidak akan terselesaikan tahun ini, seperti yang diharapkan banyak orang di Kiev.

“Sebaliknya, Pentagon yakin pertempuran tersebut mungkin akan berlanjut hingga tahun 2024, dan mungkin setelahnya, yang berarti Washington dan sekutunya harus terus mendukung pasukan Kiev,” ungkap dia.

Pentagon dilaporkan telah mendesak para komandan Ukraina untuk lebih memprioritaskan target dan memusatkan pasukan mereka pada titik-titik terobosan di sepanjang garis depan Rusia-Ukraina.

Para komandan Amerika juga khawatir Kiev telah menyia-nyiakan tembakan artileri dengan meniru taktik era Soviet.

Baca juga: Dewan Keamanan Rusia: Barat Ingin Ciptakan Ukraina Kedua dari Belarusia

Salah satu perkiraan AS yang dikutip Ignatius menunjukkan pasukan Ukraina telah menembakkan sekitar 2 juta butir amunisi artileri 155mm sejak pertempuran pecah pada Februari 2022, dan hampir menghabiskan persediaan Barat.

Awal bulan ini, Washington Post juga melaporkan AS mengalami kekurangan bahan mentah, khususnya TNT, ketika AS mencoba mengisi kembali persenjataannya dan terus memasok amunisi ke Ukraina.

Menurut Washington Post, meningkatkan produksi peluru artileri menjadi 28.000 per bulan, sesuai dengan target saat ini, tidak akan cukup untuk memuaskan “kelaparan Ukraina akan amunisi artileri,” apalagi mengisi kembali persediaan Washington yang sudah menipis.

Pilihan taktik yang diambil Kiev selama konflik telah berulang kali dipertanyakan baik oleh pendukung Ukraina di Barat maupun oleh Rusia.

Pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengkritik para komandan Zelensky dan menuduh mereka mengubah tentara mereka sendiri menjadi umpan meriam.

Dia menyebut keputusan mereka melemparkan para tentara Ukraina ke ladang ranjau Rusia di bawah tembakan artileri “mengejutkan,” dan mengatakan Kiev bertindak seolah-olah pasukan Ukraina tersebut bahkan bukan warga negaranya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved