7 Fakta Kepedihan Tentara Gurkha Nepal atas Rencana Pengurangan Jumlah Tentara India

Senin, 28 Agustus 2023 - 22:10 WIB
loading...
A A A
Delhi berpendapat bahwa rencana perekrutan baru ini akan mengurangi pengeluaran militernya untuk gaji dan pensiun yang membengkak, yang menghabiskan lebih dari setengah anggaran pertahanannya. Kontrak jangka pendek juga akan menurunkan usia rata-rata angkatan bersenjata yang berkekuatan 1,3 juta orang.

4. Gurkha Bisa Direkrut Pemberontak Nepal

Bagi Nepal, hal ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya risiko dari pemberontak.

“Ada bahaya bahwa seseorang yang telah menjalani pelatihan tempur militer selama empat tahun dapat direkrut oleh kelompok pemberontak mana pun di negara ini atau bahkan oleh tentara bayaran asing,” kata Prem Singh Basnyat, seorang sejarawan militer Nepal dan pensiunan perwira militer.

Nepal sangat menderita akibat pemberontakan bersenjata Maois selama satu dekade yang berakhir pada tahun 2006. Ribuan orang terbunuh dalam kerusuhan tersebut. Negara tersebut mengatakan bahwa mereka tidak dalam posisi untuk menawarkan pekerjaan kepada semua orang yang kembali dari India.

Ada juga seruan di India untuk mengecualikan Gurkha Nepal dari kontrak jangka pendek.

Baca Juga: Perbandingan Kekuatan Militer Gurkha dan Wagner Group

5. Hubungan Nepal dan India Memburuk

Mayor Jenderal (Purn) Ashok Mehta, yang bertugas di resimen Gurkha India, mengatakan skema Agnipath dapat mempersulit hubungan Delhi dengan Kathmandu.

“Pemerintah India mengabaikan tanggung jawabnya dalam menjaga hubungan baik diplomatik, terutama dengan negara seperti Nepal yang mengklaim memiliki hubungan khusus dan unik,” katanya.

Para pejabat India telah mengisyaratkan bahwa jika Gurkha dari Nepal tidak menerima kontrak jangka pendek, maka pekerjaan tersebut dapat didistribusikan ke orang lain di India untuk sementara waktu.

BBC telah menghubungi Kementerian Luar Negeri India untuk memberikan komentar.

Para ahli mengatakan tindakan tersebut dapat semakin mengasingkan Kathmandu, yang sudah merasa dirugikan dengan tindakan India baru-baru ini.

Nepal sangat marah pada tahun 2019 ketika India menerbitkan peta, termasuk beberapa wilayah yang diklaim oleh Kathmandu di wilayah barat, dekat perbatasan dengan Tiongkok.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Lagi, Houthi Serang...
Lagi, Houthi Serang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah
Rekomendasi
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Berita Terkini
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Infografis
Pakar: Israel Tutupi...
Pakar: Israel Tutupi Jumlah Korban Tewas Tentara Sebenarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved