PM Kanada: Perang Ukraina-Rusia Akan Berlangsung Lama
Senin, 28 Agustus 2023 - 16:09 WIB
loading...
PM Kanada Justin Trudeau memprediksi perang Rusia-Ukraina tidak berlangsung singkat. Foto/Reuters
A
A
A
OTTAWA - Seperti banyak pendapat banyak pemimpin dunia lainnya, Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau mengungkapkan mungkin masih butuh waktu lama sebelum konflik militer antara Ukraina dan Rusia berakhir.
Namun demikian, Trudeau menambahkan bahwa negaranya serta negara-negara G7 lainnya siap mendukung Ukraina dalam jangka panjang.
Berbicara kepada wartawan di sela-sela Majelis Fasilitas Lingkungan Global Ketujuh di Vancouver pada Sabtu (26/9/2028), Trudeau mengatakan bahwa para pemimpin Kelompok Tujuh selalu mengetahui bahwa serangan balasan Ukraina “akan menjadi proses yang panjang.”
“Tentu saja dari perbincangan yang kami lakukan di G7 dan NATO, kami siap menghadapi perang yang akan memakan waktu selama diperlukan, karena kami tidak bisa dan tidak boleh membiarkan Rusia menang,” tambahnya, dilansir RT.
Ukraina melancarkan serangan balasan yang sangat dibesar-besarkan pada awal Juni di wilayah timur dan selatan negara itu, namun belum mencapai kemajuan yang berarti. Para pejabat senior di Ukraina, termasuk Presiden Vladimir Zelensky, telah mengakui bahwa hal ini berjalan lebih lambat dari yang diperkirakan.
Namun demikian, Trudeau menambahkan bahwa negaranya serta negara-negara G7 lainnya siap mendukung Ukraina dalam jangka panjang.
Berbicara kepada wartawan di sela-sela Majelis Fasilitas Lingkungan Global Ketujuh di Vancouver pada Sabtu (26/9/2028), Trudeau mengatakan bahwa para pemimpin Kelompok Tujuh selalu mengetahui bahwa serangan balasan Ukraina “akan menjadi proses yang panjang.”
“Tentu saja dari perbincangan yang kami lakukan di G7 dan NATO, kami siap menghadapi perang yang akan memakan waktu selama diperlukan, karena kami tidak bisa dan tidak boleh membiarkan Rusia menang,” tambahnya, dilansir RT.
Ukraina melancarkan serangan balasan yang sangat dibesar-besarkan pada awal Juni di wilayah timur dan selatan negara itu, namun belum mencapai kemajuan yang berarti. Para pejabat senior di Ukraina, termasuk Presiden Vladimir Zelensky, telah mengakui bahwa hal ini berjalan lebih lambat dari yang diperkirakan.
Lihat Juga :