Waswas Diinvasi ECOWAS, Niger Siagakan Maksimum Militernya

Minggu, 27 Agustus 2023 - 05:40 WIB
loading...
A A A
Pada hari Jumat, Kementerian Luar Negeri Niger mengumumkan bahwa Duta Besar Perancis Sylvain Itte memiliki waktu 48 jam untuk hengkang, dengan mengatakan bahwa dia menolak untuk bertemu dengan penguasa baru dan merujuk pada tindakan pemerintah Prancis yang “bertentangan dengan kepentingan Niger”.

Paris menolak pengusiran duta besarnya, dengan mengatakan bahwa junta militer tidak memiliki wewenang untuk mengajukan permintaan untuk hengkang tersebut.

“Duta Besar Prancis, bukannya pergi, malah mengira ini adalah tanah orang tuanya,” kata Idrissa Halidou, seorang petugas kesehatan dan anggota CNSP. “Kami adalah orang-orang yang berperang, kami siap berperang melawan [ECOWAS].”

Blok Afrika Barat telah menerapkan sanksi terhadap rezim baru tersebut dan mengancam akan menggunakan cara militer untuk menggulingkan rezim tersebut jika penguasa baru tidak menyerahkan kembali kekuasaan kepada Bazoum.

Penguasa baru di Niamey menuduh ECOWAS berada di kantong Prancis.

Prancis memiliki 1.500 tentara yang berbasis di Niger yang telah membantu Bazoum dalam memerangi kelompok bersenjata yang telah aktif di negara tersebut selama bertahun-tahun.

Marie-Roger Bilou, pakar dari Africa International Media Group, mengatakan kudeta di Niger berbeda dengan yang terjadi baru-baru ini di Mali dan Burkina Faso, yang tidak mendapat banyak reaksi internasional.

“Kali ini ceritanya belum ditulis. Mari kita lihat apakah duta besar Prancis akan pergi. Saya pikir mereka [penguasa militer] tidak akan bergeming sekarang dan akan menunggu dan melihat apa yang terjadi,” kata Bilou kepada Al Jazeera.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Studi Ungkap Gurita...
Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara
Trump: AS Tak Akan Gulingkan...
Trump: AS Tak Akan Gulingkan Rezim Iran, Fokus Senjata Nuklir
Rekomendasi
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
Berita Terkini
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
Infografis
Zelensky Waswas Kehilangan...
Zelensky Waswas Kehilangan Dukungan Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved