Ini Senjata Ukraina yang Ledakkan Sistem Rudal S-400 Rusia di Crimea
Minggu, 27 Agustus 2023 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
S-400 dan radar Podlet K1 yang terpasang dapat mendeteksi dan menyerang pesawat dan rudal sejauh 200 mil, memungkinkannya mengendalikan seluruh Laut Hitam bagian barat hingga pelabuhan Odessa di Ukraina selatan.
S-400, radar Podlet, dan senjata lainnya di tanjung Crimea—termasuk serangkaian rudal anti-kapal Bastion—menduduki daftar target prospektif ketika Ukraina memperluas kemampuan serangan dalam tahun ini.
Untuk memperluas jangkauan pasukannya dalam menyerang pasukan Rusia, Ukraina telah membeli rudal anti-kapal Harpoon yang diluncurkan di darat buatan Amerika ditambah rudal jelajah yang diluncurkan dari udara buatan Barat: Storm Shadow Inggris dan SCALP Prancis.
Pada saat yang sama, Ukraina telah mengembangkan amunisi serangan dalam, termasuk rudal pertahanan udara S-200 yang diluncurkan dari darat yang dimodifikasi oleh Angkatan Udara Ukraina menjadi senjata serangan darat. Angkatan Laut Ukraina melakukan modifikasi serupa pada rudal anti-kapal Neptune yang diluncurkan di darat, yang paling terkenal adalah melubangi dan menenggelamkan kapal penjelajah Moskva Angkatan Laut Rusia pada April 2022.
Rudal Neptune subsonik yang terbang rendah cocok untuk melakukan peran serangan darat, seperti halnya rudal pendahulunya—Kh-35 dan Harpoon. Untuk memberikan mode serangan darat pada Harpoon generasi pertama yang hanya anti-kapal pada model Block II pada akhir tahun 1990-an, pembuat rudal Amerika; Boeing, menambahkan navigasi inersia berbantuan GPS, melengkapi pencari radar Harpoon yang asli.
Pencari radar saja sudah cukup untuk menyerang kapal, karena kapal mencerminkan tanda radar yang jelas dibandingkan dengan perairan datar di sekitarnya. Sebaliknya, target darat dikelilingi oleh bangunan, pepohonan, dan medan yang tidak rata. Namun denganrudal yang dipandu radar dengan GPS, penyerang dapat mengarahkan amunisi melewati hambatan.
S-400, radar Podlet, dan senjata lainnya di tanjung Crimea—termasuk serangkaian rudal anti-kapal Bastion—menduduki daftar target prospektif ketika Ukraina memperluas kemampuan serangan dalam tahun ini.
Untuk memperluas jangkauan pasukannya dalam menyerang pasukan Rusia, Ukraina telah membeli rudal anti-kapal Harpoon yang diluncurkan di darat buatan Amerika ditambah rudal jelajah yang diluncurkan dari udara buatan Barat: Storm Shadow Inggris dan SCALP Prancis.
Pada saat yang sama, Ukraina telah mengembangkan amunisi serangan dalam, termasuk rudal pertahanan udara S-200 yang diluncurkan dari darat yang dimodifikasi oleh Angkatan Udara Ukraina menjadi senjata serangan darat. Angkatan Laut Ukraina melakukan modifikasi serupa pada rudal anti-kapal Neptune yang diluncurkan di darat, yang paling terkenal adalah melubangi dan menenggelamkan kapal penjelajah Moskva Angkatan Laut Rusia pada April 2022.
Rudal Neptune subsonik yang terbang rendah cocok untuk melakukan peran serangan darat, seperti halnya rudal pendahulunya—Kh-35 dan Harpoon. Untuk memberikan mode serangan darat pada Harpoon generasi pertama yang hanya anti-kapal pada model Block II pada akhir tahun 1990-an, pembuat rudal Amerika; Boeing, menambahkan navigasi inersia berbantuan GPS, melengkapi pencari radar Harpoon yang asli.
Pencari radar saja sudah cukup untuk menyerang kapal, karena kapal mencerminkan tanda radar yang jelas dibandingkan dengan perairan datar di sekitarnya. Sebaliknya, target darat dikelilingi oleh bangunan, pepohonan, dan medan yang tidak rata. Namun denganrudal yang dipandu radar dengan GPS, penyerang dapat mengarahkan amunisi melewati hambatan.
Lihat Juga :