Guru India Akui Suruh Murid-murid Tampar Siswa Muslim: 'Itu Masalah Kecil'
Minggu, 27 Agustus 2023 - 01:01 WIB
loading...
A
A
A
Tyagi mengatakan itu adalah "masalah kecil" yang dibesar-besarkan setelah video itu menjadi viral. "Ini bukan niat saya. Saya menerima kesalahan saya, tapi hal ini tidak perlu dijadikan masalah besar," ujarnya.
"Saya ingin mengatakan kepada para politisi bahwa ini adalah masalah kecil. Para pemimpin, termasuk Rahul Gandhi, pernah menulis di Twitter, tapi itu bukan hal yang besar untuk di-tweet. Bagaimana guru akan mengajar jika masalah sehari-hari seperti ini dijadikan viral," katanya.
Aravind Mallappa Bangari, hakim distrik setempat mengatakan Laporan Informasi Pertama atau FIR telah didaftarkan terhadap guru tersebut.
“Orangtuanya awalnya tidak setuju untuk menyampaikan pengaduan, namun pagi ini mereka menyampaikan pengaduan ke kantor polisi setempat, dan sudah didaftarkan. Tindakan hukum akan diambil dalam kasus ini,” kata Bangari.
Bangari mengatakan anak tersebut dan orang tuanya telah mendapat layanan konseling dari komite kesejahteraan anak. “Anak saya berumur 7 tahun. Kejadian ini terjadi pada tanggal 24 Agustus. Guru menyuruh murid-muridnya memukuli anak saya berulang kali. Anak saya disiksa selama satu atau dua jam. Dia ketakutan,” kata ayah anak tersebut.
Ayah anak laki-laki tersebut sehari sebelumnya mengatakan bahwa dia tidak akan mengajukan tuntutan terhadap sekolah tersebut, namun memutuskan untuk tidak menyekolahkan anaknya ke sekolah itu lagi.
Video tersebut telah memicu kemarahan besar di media sosial. Politisi dari seluruh partai juga mengecam insiden tersebut sebagai kejahatan rasial.
"Saya ingin mengatakan kepada para politisi bahwa ini adalah masalah kecil. Para pemimpin, termasuk Rahul Gandhi, pernah menulis di Twitter, tapi itu bukan hal yang besar untuk di-tweet. Bagaimana guru akan mengajar jika masalah sehari-hari seperti ini dijadikan viral," katanya.
Aravind Mallappa Bangari, hakim distrik setempat mengatakan Laporan Informasi Pertama atau FIR telah didaftarkan terhadap guru tersebut.
“Orangtuanya awalnya tidak setuju untuk menyampaikan pengaduan, namun pagi ini mereka menyampaikan pengaduan ke kantor polisi setempat, dan sudah didaftarkan. Tindakan hukum akan diambil dalam kasus ini,” kata Bangari.
Bangari mengatakan anak tersebut dan orang tuanya telah mendapat layanan konseling dari komite kesejahteraan anak. “Anak saya berumur 7 tahun. Kejadian ini terjadi pada tanggal 24 Agustus. Guru menyuruh murid-muridnya memukuli anak saya berulang kali. Anak saya disiksa selama satu atau dua jam. Dia ketakutan,” kata ayah anak tersebut.
Ayah anak laki-laki tersebut sehari sebelumnya mengatakan bahwa dia tidak akan mengajukan tuntutan terhadap sekolah tersebut, namun memutuskan untuk tidak menyekolahkan anaknya ke sekolah itu lagi.
Video tersebut telah memicu kemarahan besar di media sosial. Politisi dari seluruh partai juga mengecam insiden tersebut sebagai kejahatan rasial.
Lihat Juga :