China Larang Semua Makanan Laut Jepang

Jum'at, 25 Agustus 2023 - 06:44 WIB
loading...
A A A
Mereka menyatakan bahwa pelepasan air tersebut aman, dan mencatat bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga telah menyimpulkan bahwa dampak yang ditimbulkannya terhadap manusia dan lingkungan "dapat diabaikan".

"Jepang telah meminta agar China segera mencabut larangan impor produk laut dan mengupayakan diskusi mengenai dampak pelepasan air berdasarkan ilmu pengetahuan," kata Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida kepada wartawan.

Jepang akan melakukan pemantauan di sekitar area pelepasan air dan mempublikasikan hasilnya setiap minggu mulai hari Minggu, kata menteri lingkungan hidup Jepang. Pelepasannya diperkirakan memakan waktu sekitar 30 tahun.

Jepang mengekspor produk laut senilai sekitar USD600 juta ke China pada tahun 2022, menjadikannya pasar terbesar bagi ekspor Jepang, dan Hong Kong berada di urutan kedua. Penjualan ke China dan Hong Kong menyumbang 42% dari seluruh ekspor perairan Jepang pada tahun 2022, menurut data pemerintah.

Selain China, Hong Kong dan Makau juga telah mengumumkan larangan mereka sendiri mulai Kamis, yang mencakup impor makanan laut Jepang dari 10 wilayah.

Perdana Menteri Korea Selatan (Korsel) Han Duck-soo mengatakan larangan impor produk perikanan dan makanan di Fukushima akan tetap berlaku sampai kekhawatiran masyarakat mereda.

Selain larangan, pembuang air limbah Fukushima juga menuai protes. Di Hong Kong, Jacay Shum, seorang aktivis berusia 73 tahun, mengacungkan gambar yang menggambarkan kepala IAEA Rafael Grossi sebagai setan.

Baca Juga: China Murka Jepang akan Buang Air Limbah Nuklir Fukushima ke Laut

“Tindakan Jepang dalam membuang air yang terkontaminasi sangat tidak bertanggung jawab, ilegal, dan tidak bermoral,” kata Shum, yang termasuk di antara sekitar 100 demonstran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Iran Serang Fasilitas...
Iran Serang Fasilitas CIA di Arab Saudi dan Irak, AS Curiga Rusia Terlibat
Rekomendasi
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved