Mengapa Jerman Dijuluki sebagai The Sickman of Europe?

Jum'at, 25 Agustus 2023 - 05:55 WIB
loading...
A A A
Harga gas Eropa melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada musim panas lalu. Meskipun telah menurun tajam dalam beberapa bulan terakhir, harga tersebut kembali meningkat karena kemungkinan aksi mogok di pabrik gas alam cair (LNG) di Australia telah meningkatkan kekhawatiran akan krisis pasokan global.

“Guncangan harga energi akibat pecahnya perang di Ukraina sangat memukul negara industri maju seperti Jerman,” kata Obst dari Cologne Institute for Economic Research. “Bahaya deindustrialisasi bukan hanya perdebatan akademis.”

Meskipun Jerman berhasil bangkit dari krisis energi tahun lalu lebih baik dari perkiraan banyak orang, Jerman masih rentan terhadap guncangan pasokan gas alam, kata para ekonom kepada CNN. Hal ini disebabkan karena negara tersebut telah sepenuhnya menghentikan produksi tenaga nuklirnya, sehingga memberikan lebih sedikit alternatif energi dibandingkan dengan negara tetangganya seperti Perancis.

Hal ini “membuat masalah variabilitas pasokan energi lebih parah dibandingkan negara-negara lain yang juga melakukan dekarbonisasi,” kata Kooths dari Kiehl Institute. “Jerman berada dalam posisi yang sangat unik.”

3. Tetap ada titik terang

Mengapa Jerman Dijuluki sebagai

Foto/Reuters

Holger Schmieding, ekonom yang pertama kali menyebut Jerman sebagai “orang sakit di Eropa” pada tahun 1998, berpendapat “gelombang pesimisme saat ini” terhadap perekonomian Jerman sudah berlebihan.

Negara ini berada dalam posisi yang jauh lebih kuat dibandingkan saat itu, tulis Schmieding, yang sekarang menjadi kepala ekonom di sebuah bank Berenberg, dalam sebuah catatan penelitian minggu lalu. Saat ini, katanya, Jerman mempunyai tingkat lapangan kerja yang tinggi dan keuangan publik yang kuat sehingga “lebih mudah untuk menyesuaikan diri terhadap guncangan [ekonomi].”

Pemerintah juga mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mereformasi undang-undang imigrasi untuk membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja, dan mempercepat proses perencanaan dan persetujuan untuk proyek-proyek infrastruktur, tulisnya.

Jerman telah menunjukkan bahwa mereka dapat bergerak cepat: Tahun lalu, Jerman menyetujui dan membangun terminal LNG dalam hitungan bulan untuk membantunya memutus ketergantungan pada energi Rusia.

Kemampuan beradaptasi inilah yang membedakan Jerman dari negara-negara lain, kata Schmieding, dan hal ini dapat dikaitkan dengan banyaknya usaha kecil dan menengah – Mittelstand – yang mampu bereaksi “dengan gesit terhadap lanskap persaingan yang terus berubah.”

“Jerman adalah juara global ‘juara tersembunyi’ yang tak terbantahkan,” katanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Liburan ke Eropa Makin...
Liburan ke Eropa Makin Terjangkau, Ini Destinasi Favorit dan Tips Hemat untuk Pemula
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Berita Terkini
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved