5 Motif Argentina, Iran, Arab Saudi, Mesir, UEA dan Ethiopia Bergabung dengan BRICS

Jum'at, 25 Agustus 2023 - 03:05 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: 5 Isu Utama dalam KTT BRICS di Afrika Selatan, Salah Satunya Membentuk Kekuatan Dunia Baru

4. Kerjasama Perdagangan dan Investasi Terus Meningkat

5 Motif Argentina, Iran, Arab Saudi, Mesir, UEA dan Ethiopia Bergabung dengan BRICS

Foto/Reuters

BRICS telah melihat pengaruh ekonomi mereka tumbuh selama dua dekade terakhir, sebagian besar berkat pertumbuhan pesat selama bertahun-tahun di Tiongkok, negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia berdasarkan PDB meskipun sedang mengalami perlambatan saat ini, dan kebangkitan India, yang menjadi negara kelima di dunia. perekonomian terbesar dan saat ini merupakan perekonomian besar dengan pertumbuhan tercepat.

Perekonomian Rusia dan Brasil telah gagal mempertahankan momentumnya dan kembali merosot ke kondisi pada tahun 2001 dalam hal kontribusi terhadap PDB global. Perekonomian Afrika Selatan juga mengalami kesulitan untuk mengubah keadaan sejak bergabungnya negara ini

Meskipun BRICS kini menjadi kekuatan utama dalam perdagangan internasional, perdagangan antar anggotanya masih relatif rendah karena tidak adanya perjanjian perdagangan bebas di seluruh blok.

Di bidang investasi, blok ini mencatat aliran masuk investasi asing langsung (FDI) tahunan meningkat lebih dari empat kali lipat dari tahun 2001 hingga 2021. Namun, investasi intra-BRICS masih lemah, yaitu kurang dari 5% dari total saham FDI mereka. kelompok pada tahun 2020, menurut Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan.

5.Berlomba Menjadi Anggota BRICS

5 Motif Argentina, Iran, Arab Saudi, Mesir, UEA dan Ethiopia Bergabung dengan BRICS

Foto/Reuters

Perluasan BRICS merupakan salah satu topik utama pada pertemuan puncak tahunan di Afrika Selatan. Dua puluh tiga negara telah secara resmi mengajukan permohonan untuk menjadi anggota penuh BRICS, termasuk Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Argentina, Indonesia, Mesir, dan Ethiopia.

Tiongkok telah mendorong ekspansi BRICS untuk meningkatkan pengaruh politiknya di tengah meningkatnya persaingan dengan AS. Bagi Rusia, ini adalah tentang mencari sekutu baru pada saat negara tersebut terkena sanksi Barat atas perangnya di Ukraina. Brasil dan India telah lama menentang perluasan cepat blok tersebut dan New Delhi khawatir akan semakin besarnya pengaruh Tiongkok di klub tersebut sebagai dampaknya.

Meskipun BRICS telah berjuang untuk mencapai potensi ekonominya, BRICS memproyeksikan dirinya sebagai alternatif geopolitik terhadap tatanan dunia yang dipimpin AS, dan memposisikan dirinya sebagai perwakilan negara-negara Selatan. Anggota-anggota baru sangat ingin memanfaatkan pengaruh dan kekuatan ekonomi BRICS.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
PM Jepang Takaichi:...
PM Jepang Takaichi: Akhirnya Saya Bisa Tidur 5 Jam, Nyetrika dan Jahit!
Rekomendasi
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Berita Terkini
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved