3 Alasan Jepang Membuang Air Bekas Terkontaminasi Nuklir Fukushima ke Laut

Jum'at, 25 Agustus 2023 - 03:36 WIB
loading...
A A A
Jepang dan organisasi ilmiah mengatakan air yang dibuang aman, namun aktivis lingkungan berpendapat bahwa semua dampak yang mungkin terjadi belum diteliti. Jepang mengatakan mereka perlu mulai mengeluarkan air karena tangki penyimpanan sudah penuh.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir PBB, memberi lampu hijau pada rencana tersebut pada bulan Juli, dengan mengatakan bahwa rencana tersebut memenuhi standar internasional dan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan “dapat diabaikan”.

Greenpeace mengatakan bahwa risiko radiologi belum sepenuhnya dinilai, dan bahwa dampak biologis dari tritium, karbon-14, strontium-90 dan yodium-129 – yang dilepaskan bersama air – 'telah diabaikan'.

Proses penyaringan akan menghilangkan strontium-90 dan yodium-129, dan konsentrasi karbon-14 dalam air yang terkontaminasi jauh lebih rendah dari standar pembuangan yang ditetapkan.

Jepang mengatakan kadar tritium dalam air akan berada di bawah batas yang dianggap aman untuk diminum menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia.

“Sementara itu, bukanlah kebiasaan negara mana pun untuk meminum air yang dikeluarkan dari fasilitas nuklir,” kata misi Jepang untuk Badan Energi Atom Internasional pekan lalu.

Pemerintah akan mengambil “langkah-langkah yang tepat, termasuk penghentian segera pembuangan” jika terdeteksi bahan radioaktif dengan konsentrasi sangat tinggi, kata dokumen itu.

Pemerintah Korea Selatan telah menyimpulkan dari studinya sendiri bahwa pelepasan air tersebut memenuhi standar internasional dan menyatakan menghormati penilaian IAEA.

3. Dunia Tak Lagi Mau Produk Perikanan Jepang

3 Alasan Jepang Membuang Air Bekas Terkontaminasi Nuklir Fukushima ke Laut

Foto/Reuters
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Terancam Mobil China,...
Terancam Mobil China, Honda Justru Buka 4 Dealer Baru di Jateng dan Bali
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
10 Alasan Dunia Cenderung...
10 Alasan Dunia Cenderung Senang Lihat Serangan Iran ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved