Jerman Tidak akan Pernah Menempatkan Pasukan di Ukraina
Minggu, 20 Agustus 2023 - 01:01 WIB
loading...
Kanselir Jerman Olaf Scholz. Foto/REUTERS
A
A
A
BERLIN - Jerman tidak akan terlibat dalam konflik Ukraina, tetapi akan terus memasok Kiev dengan persenjataan, menurut Kanselir Olaf Scholz.
Komentar itu muncul di tengah diskusi publik tentang apakah Berlin harus memasok rudal jarak jauh Taurus ke Kiev.
Berbicara di acara yang diselenggarakan surat kabar Augsburger Allgemeine pada Jumat, Scholz ditanya apakah ada bahaya Jerman menjadi "terlibat aktif dalam perang."
Dia menjawab dengan mengatakan itu adalah "tujuannya untuk mencegah hal ini", dan inilah mengapa "tidak ada tentara Jerman di Ukraina dan tidak akan ada".
Namun, kanselir mengatakan Berlin akan terus memasok senjata ke Ukraina. Dia menambahkan, setiap keputusan dalam hal ini telah diambil dengan hati-hati dan berkoordinasi dengan sekutu.
Menurut Scholz, Barat tidak ingin konflik berkembang menjadi “perang antara Rusia dan NATO”.
Baca juga: Prajurit Rusia Terlalu Tangguh, Tentara Bayaran Amerika Serikat Menyesal Ikut Berperang di Ukraina
Awal bulan ini, anggota parlemen Ukraina Egor Chernev mengatakan banyak rekannya dari Jerman mendukung pemberian rudal Taurus kepada Kiev, yang memiliki jangkauan sekitar 500 km.
Chernev mengklaim konsensus luas tentang masalah ini telah dicapai di antara partai politik Jerman, dan Ukraina sedang menunggu keputusan resmi.
RTL Jerman dan n-tv melakukan jajak pendapat yang menunjukkan 66% orang Jerman menentang gagasan tersebut, dengan hanya 28% yang mendukung.
Ukraina telah meminta rudal jenis ini kepada Jerman setidaknya sejak akhir Mei, meskipun pejabat senior, termasuk Scholz dan Menteri Pertahanan Boris Pistorius, sejauh ini telah menolak permintaan tersebut.
Kepemimpinan Jerman, bagaimanapun, juga ragu-ragu selama beberapa bulan pada pengiriman tank tempur Leopard, sebelum akhirnya menyetujuinya pada akhir Januari.
Dengan serangan balasan musim panas Ukraina yang jauh dari harapan awal, seperti yang diakui pejabat senior di Kiev dan ibu kota Barat, negara-negara anggota NATO berjanji terus mendukung Ukraina 'selama diperlukan'.
Rusia telah memperingatkan negara-negara Barat bahwa dengan mengirimkan senjata ke Ukraina, mereka hanya memperpanjang konflik, sekaligus meningkatkan risiko konfrontasi langsung antara NATO dan Moskow.
Komentar itu muncul di tengah diskusi publik tentang apakah Berlin harus memasok rudal jarak jauh Taurus ke Kiev.
Berbicara di acara yang diselenggarakan surat kabar Augsburger Allgemeine pada Jumat, Scholz ditanya apakah ada bahaya Jerman menjadi "terlibat aktif dalam perang."
Dia menjawab dengan mengatakan itu adalah "tujuannya untuk mencegah hal ini", dan inilah mengapa "tidak ada tentara Jerman di Ukraina dan tidak akan ada".
Namun, kanselir mengatakan Berlin akan terus memasok senjata ke Ukraina. Dia menambahkan, setiap keputusan dalam hal ini telah diambil dengan hati-hati dan berkoordinasi dengan sekutu.
Menurut Scholz, Barat tidak ingin konflik berkembang menjadi “perang antara Rusia dan NATO”.
Baca juga: Prajurit Rusia Terlalu Tangguh, Tentara Bayaran Amerika Serikat Menyesal Ikut Berperang di Ukraina
Awal bulan ini, anggota parlemen Ukraina Egor Chernev mengatakan banyak rekannya dari Jerman mendukung pemberian rudal Taurus kepada Kiev, yang memiliki jangkauan sekitar 500 km.
Chernev mengklaim konsensus luas tentang masalah ini telah dicapai di antara partai politik Jerman, dan Ukraina sedang menunggu keputusan resmi.
RTL Jerman dan n-tv melakukan jajak pendapat yang menunjukkan 66% orang Jerman menentang gagasan tersebut, dengan hanya 28% yang mendukung.
Ukraina telah meminta rudal jenis ini kepada Jerman setidaknya sejak akhir Mei, meskipun pejabat senior, termasuk Scholz dan Menteri Pertahanan Boris Pistorius, sejauh ini telah menolak permintaan tersebut.
Kepemimpinan Jerman, bagaimanapun, juga ragu-ragu selama beberapa bulan pada pengiriman tank tempur Leopard, sebelum akhirnya menyetujuinya pada akhir Januari.
Dengan serangan balasan musim panas Ukraina yang jauh dari harapan awal, seperti yang diakui pejabat senior di Kiev dan ibu kota Barat, negara-negara anggota NATO berjanji terus mendukung Ukraina 'selama diperlukan'.
Rusia telah memperingatkan negara-negara Barat bahwa dengan mengirimkan senjata ke Ukraina, mereka hanya memperpanjang konflik, sekaligus meningkatkan risiko konfrontasi langsung antara NATO dan Moskow.
(sya)
Lihat Juga :