alexametrics

Viral, Orang-orang Transgender Diperkosa Geng Pria dengan Todongan Senjata

loading...
Viral, Orang-orang Transgender Diperkosa Geng Pria dengan Todongan Senjata
Orang-orang transgender di Rawalpindi, Pakistan, yang diperkosa sekelompok pria dengan todongan senjata. Foto/Twitter/@RwpPolice
A+ A-
ISLAMABAD - Polisi di kota Rawalpindi, Pakistan, memproses sebuah laporan kasus sekelompok orang transgender yang diperkosa oleh geng pria dengan todongan senjata. Aksi kejahatan itu direkam dan videonya viral hingga memicu kemarahan publik.

Menurut polisi Rawalpindi para tersangka dalam video itu telah diidentifikasi dan akan segera ditangkap. Polisi menerima laporan pengaduan pada 28 Juli 2020.

Pejabat polisi Rawalpindi, Muhammad Ahsan Younis, mengatakan bahwa tim polisi telah dikerahkan untuk menyelidiki lebih lanjut kasus tersebut.

Polisi melalui akun Twitter-nya, @RwpPolice, mengatakan para korban telah mendatangi pusat perlindungan setelah insiden itu dan tindakan akan diambil terhadap para pelakunya. Polisi juga menulis bahwa para tersangka tak hanya dikenai tuduhan pemerkosaan, tapi juga penculikan. (Baca: Letourneau, Wanita AS yang Perkosa Siswa lalu Menikahi Kini Meninggal)



Video yang telah dibagikan secara luas di media sosial memperlihatkan sekelompok pria bersenjata mencoba untuk secara tidak patut menyentuh orang-orang transgender dan mengejar mereka.

Menurut beberapa laporan, para tersangka menyewa orang-orang transgender untuk tampil di upacara pernikahan, setelah itu terjadi pelecehan.



Para warga Pakistan melalui Twitter menuntut keadilan bagi para korban dan memprotes marginalisasi kelompok minoritas, seperti transgender, di negara tersebut.

"Suatu hari, kekejaman lainnya. Insiden ini terjadi dengan komunitas transgender di Rawalpindi, Punjab. Kami terus berpikir itu tidak akan menjadi lebih buruk setelah ini tetapi tidak, ini...membuktikan saya salah setiap saat," tulis pengguna akun Twitter @Dildoooba.
(min)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak