Dapat Lampu Hijau dari AS, Israel Jual Sistem Pertahan Rudal Arrow 3 ke Jerman
Kamis, 17 Agustus 2023 - 21:32 WIB
loading...
A
A
A
Jerman mengatakan akan menerima pengiriman Arrow 3 pada kuartal keempat tahun 2025.
Berlin berusaha untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udaranya sehubungan dengan invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, yang telah memicu kekhawatiran keamanan di seluruh Eropa.
Ketua Komite Pertahanan parlemen Jerman, Marie-Agnes Strack-Zimmermann, mengatakan dia "sangat lega" dengan keputusan AS untuk mengizinkan penjualan sistem pertahanan rudal tersebut.
“Ini akan beroperasi pada akhir 2025 dan, atas prakarsa kami, akan menjadi bagian dari sistem pertahanan udara Eropa,” katanya kepada kantor berita Jerman DPA.
Duta Besar Israel di Berlin, Ron Prosor, juga memuji pengumuman tersebut, menyebutnya sebagai "hari bersejarah."
"Untuk pertama kalinya, sistem Israel akan melindungi langit Jerman dan Eropa secara keseluruhan. Kesepakatan sebesar ini tidak akan mungkin terjadi tanpa upaya diplomatik yang intensif," tulisnya di platform X, sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
Baca Juga: Eks Jenderal Mossad Sebut Israel Memang Apartheid, Membandingkannya dengan Nazi
Berlin berusaha untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udaranya sehubungan dengan invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, yang telah memicu kekhawatiran keamanan di seluruh Eropa.
Ketua Komite Pertahanan parlemen Jerman, Marie-Agnes Strack-Zimmermann, mengatakan dia "sangat lega" dengan keputusan AS untuk mengizinkan penjualan sistem pertahanan rudal tersebut.
“Ini akan beroperasi pada akhir 2025 dan, atas prakarsa kami, akan menjadi bagian dari sistem pertahanan udara Eropa,” katanya kepada kantor berita Jerman DPA.
Duta Besar Israel di Berlin, Ron Prosor, juga memuji pengumuman tersebut, menyebutnya sebagai "hari bersejarah."
"Untuk pertama kalinya, sistem Israel akan melindungi langit Jerman dan Eropa secara keseluruhan. Kesepakatan sebesar ini tidak akan mungkin terjadi tanpa upaya diplomatik yang intensif," tulisnya di platform X, sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
Baca Juga: Eks Jenderal Mossad Sebut Israel Memang Apartheid, Membandingkannya dengan Nazi
Lihat Juga :