Pejabat NATO: Ukraina Bisa Menyerahkan Sebagian Wilayahnya ke Rusia

Rabu, 16 Agustus 2023 - 04:05 WIB
loading...
A A A
Kepala Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Aleksey Danilov menyatakan pada hari Selasa bahwa Kiev tidak akan pernah bernegosiasi dengan pemerintah Putin. Dia mengatakan tidak ada pendukung Barat yang mendorong perdamaian, dan bahwa "Rusia harus dihancurkan seperti Kartago modern."

Baca Juga: Putin: NATO Siapkan Ekspansi ke Asia

Mencapai tujuan ini terbukti sangat sulit bagi Kiev. Dua bulan setelah serangan balasan yang telah lama diantisipasi terhadap pasukan Rusia, militer Ukraina telah kehilangan lebih dari 43.000 orang dan hampir 5.000 alat berat, menurut angka terbaru dari Kementerian Pertahanan Rusia.

Stoltenberg menegaskan bahwa NATO akan “memastikan bahwa Ukraina mendapatkan senjata yang dibutuhkan untuk dapat merebut kembali wilayah, membebaskan tanah dan memenangkan perang ini dan menang sebagai negara yang berdaulat dan merdeka.”

Sementara dia telah menyampaikan variasi pada pernyataan ini selama konflik, NATO lebih mengelak ketika Ukraina dapat bergabung dengan blok militer tersebut. Setelah pertemuan puncak di Lithuania bulan lalu di mana tawaran keanggotaan Kiev ditolak, 31 anggota NATO mengeluarkan pernyataan bersama yang menjelaskan bahwa Ukraina dapat bergabung hanya ketika sekutu setuju dan persyaratan terpenuhi.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved