Pejabat NATO: Ukraina Bisa Menyerahkan Sebagian Wilayahnya ke Rusia

Rabu, 16 Agustus 2023 - 04:05 WIB
loading...
Pejabat NATO: Ukraina...
Untuk mewujudkan perdamaian, wacana Ukraina menyerahkan sebagian wilayah ke Rusia terus menguat. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Perang tidak akan menguntungkan siapa saja yang bertikai. Hal itu sangat dipahami NATO yang juga ingin perang Ukraina-Rusia segera berakhir. Salah satu solusi untuk mengakhirnya adalah Ukraina menyerahkan sebagian wilayahnya kepada Rusia.

Gagasan menyerahkan wilayah untuk perdamaian sudah dibahas di dalam NATO. "Kiev pada akhirnya dapat melepaskan beberapa bekas wilayahnya dengan imbalan keanggotaan NATO," kata kepala staf Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, Stian Jenssen, dalam sebuah debat dilansir RT. Dalam pernyataannya sendiri tentang masalah ini, Stoltenberg bersikeras bahwa Kiev akan menetapkan ketentuannya sendiri untuk "kemenangan".

“Saya pikir solusinya adalah Ukraina menyerahkan wilayahnya, dan mendapatkan keanggotaan NATO sebagai gantinya,” kata Jenssen pada debat tersebut, menurut surat kabar VG Norwegia. Diskusi ini sudah berlangsung di dalam NATO, kata Jenssen , menunjukkan bahwa itu bisa menjadi "solusi yang mungkin" untuk konflik tersebut.

Baca Juga: Infiltrasi Pasukan Ukraina ke Wilayah Rusia Berhasil Digagalkan

Tidak ada pemimpin NATO yang secara terbuka mendukung gagasan Kiev melepaskan klaimnya atas wilayah Donetsk, Lugansk, Kherson, atau Zaporozhye, yang dimasukkan ke dalam Federasi Rusia setelah referendum September lalu. Demikian juga, sementara para pejabat Barat meragukan kemampuan Ukraina untuk merebut Crimea – sebuah wilayah bersejarah Rusia yang bergabung kembali dengan Federasi Rusia pada tahun 2014, tidak ada yang mendesak Kiev untuk meninggalkan klaimnya atas semenanjung tersebut.

Namun, gagasan seperti itu tampaknya telah melayang di belakang layar. Media Swiss Neue Zürcher Zeitung mengklaim pada bulan Februari, mengutip sumber, bahwa Direktur CIA William Burns telah menawarkan Rusia kesepakatan "pertukaran wilayah untuk perdamaian" di mana Moskow akan mempertahankan "20% wilayah Ukraina." Gedung Putih, CIA, dan Kremlin semuanya menyangkal bahwa proposal semacam itu telah dibuat.

Apakah kesepakatan seperti itu akan diterima oleh Kiev atau Moskow masih diragukan. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan tahun lalu bahwa mengamankan kenetralan militer Ukraina adalah faktor kunci di balik keputusannya untuk mengirim pasukan ke negara itu. Putin juga menyatakan jika Ukraina yang bersekutu dengan NATO di perbatasan Rusia akan menghadirkan risiko keamanan yang tidak dapat diterima.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved