4 Jenis Ranjau Rusia Mematikan yang Jadi Jebakan Maut bagi Tentara Ukraina

Minggu, 13 Agustus 2023 - 23:41 WIB
loading...
4 Jenis Ranjau Rusia...
Ribuan tentara Ukraina terluka dan tewas akibat jebakan ranjau yang ditanam tentara Rusia. Foto/Reuters
A A A
KYIV - Rusia memasang ladang ranjau "gila" yang besar untuk mencoba dan menghancurkan serangan balasan Ukraina. Seorang pejabat Ukraina mengatakan Rusia telah menempatkan lima ranjau per meter persegi di beberapa daerah.

The Times melaporkan Rusia telah menciptakan ladang ranjau terbesar di dunia yang membentang sepanjang 750 mil garis depan dari selatan ke timur Ukraina. Tentara Rusia bahkan terpaksa memasang jebakan mematikan menggunakan ranjau, termasuk menyembunyikannya di mainan, lemari es, dan buku anak-anak.

Meskipun senjata tersebut merupakan warisan peperangan abad ke-20, ranjau darat masih sering digunakan karena murah, mudah diproduksi, dan sangat efektif melawan musuh.

Berikut adalah 4 jenis ranjau yang digunakan tentara Rusia dalam konflik di Ukraina.

1. Ranjau Ledakan

4 Jenis Ranjau Rusia Mematikan yang Jadi Jebakan Maut bagi Tentara Ukraina

Foto/Reuters

Melansir Insider, ranjau ledakan adalah jenis ranjau darat paling umum yang dirancang untuk menyebabkan luka yang melemahkan atau fatal bagi tentara musuh.

Ranjau tersebut terkubur hanya beberapa inci di bawah tanah dan biasanya diaktifkan oleh pelat tekanan - yang umumnya membutuhkan kekuatan 11 hingga 35,3 pound untuk diluncurkan.

Organisasi Human Rights Watch (HRW) mengatakan para penjinak ranjau telah "menemukan dan menetralkan" ranjau peledak PMN-2 dan PMN-4 di Ukraina.

Ini menggambarkan PMN-2 sebagai "ranjau plastik melingkar," mencatat bahwa Ukraina menghancurkan stok ranjau ini pada tahun 2003.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
3 Senjata Rusia yang...
3 Senjata Rusia yang Paling Ditakuti oleh Militer Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved