Pakar: Bendera Rusia Dikibarkan Demonstran Niger Membuat Barat Ketakutan

Rabu, 09 Agustus 2023 - 18:28 WIB
loading...
Pakar: Bendera Rusia...
Demonstran pro-kudeta militer di Niger kibarkan bendera Rusia. Foto/REUTERS
A A A
NIAMEY - Para demonstran pendukung kudeta militer di Niger telah ramai-ramai mengibarkan bendera Rusia. Menurut pakar Afrika dan analis politik, pemandangan tak biasa itu telah membuat para pemimpin Barat ketakutan.

Koffi Kouakou, pakar Afrika dan analis politik di Pusat Studi Afrika-China di Universitas Johannesburg, mengatakan Rusia memiliki sejarah panjang dalam membantu perjuangan Afrika melawan kolonialisme.

"Para warga Niger yang mengibarkan bendera Rusia membuat para pemimpin Prancis, Amerika Serikat, dan negara Barat lainnya ketakutan," katanya.

Baca Juga: Diancam Diinvasi Negara-negara Afrika, Junta Niger Minta Bantuan Wagner

Krisis politik di Niger semakin memanas setelah junta militer yang menggulingkan Presiden Mohamed Bazoum telah menentang ultimatum dari bekas kekuatan kolonial; Prancis, dan blok regional ECOWAS untuk mengembalikan Bazoum ke tampuk kekuasaan.

Pada gilirannya, pemerintah baru Niger telah memerintahkan Prancis dan AS untuk mengosongkan pangkalan militer mereka di negara Afrika Barat itu dan telah menghentikan penjualan bijih uranium ke Prancis, yang menyumbang sepertiga dari pembangkit listrik.

Kouakou mengatakan kepada Sputnik, Rabu (9/8/2023) bahwa menarik melihat paradoks para pemimpin Barat menyalahkan Rusia atas pengambilalihan militer di Niger ketika angkatan bersenjata mereka sendiri melatih para perwira yang bertanggung jawab atas peristiwa serupa di negara tetangga.

"Bendera Rusia baru saja muncul hampir di mana-mana sekarang. Ada simbolisme di dalamnya, tetapi juga ada kepraktisannya," katanya.

“Salah satu kepraktisannya adalah tampaknya mereka yang mengibarkan bendera, setidaknya di seberang Sahel, sekarang berkata pada diri mereka sendiri: 'ya ampun, kami membutuhkan orang lain untuk membantu kami, kami sangat lemah, kami tidak cukup kuat dan kami tidak bisa kembali ke seluruh Sindrom Stockholm, jika kami terus-menerus memuji mereka yang menindas kami'," jelas Koakou.

Bagi orang Afrika, kata akademisi tersebut, Rusia mewakili kerja sama, pembangunan ekonomi, dan aliansi melawan imperialisme.

Sebaliknya, kata dia, Barat menggambarkan Rusia sebagai kekuatan jahat di benua itu.

"Mereka [demonstran pro-kudeta militer] ingin Rusia membantu mereka," kata Kouakou.

"Kecurigaan dunia Barat yang dipimpin AS adalah mengatakan 'Rusia ada di belakangnya'. Tetapi orang-orang baru saja bangun di Niger, di Mali dan Burkina Faso, di Republik Afrika Tengah, dan saya pikir bendera itu sekarang telah menjadi simbol bahwa itu membantu mereka untuk menggalang ide kebebasan," paparnya.

"Barat agak ketakutan dengan kebangkitan orang Afrika ini, dan mereka masih mencoba untuk mencari tahu 'mengapa Rusia', ketika kita sudah lama berada di sana bersama mereka, tetapi mereka tidak mempertanyakan diri mereka sendiri dan hal yang telah mereka lakukan," ujar Kouakou.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Perkuat Daya Saing,...
Perkuat Daya Saing, LOTTE Chemical Indonesia Raih Tiga Sertifikasi ISO
Francesco Bagnaia Tinggalkan...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
Hijaukan Kaltim! Aksi...
Hijaukan Kaltim! Aksi Nyata Pegadaian Tanam 2.000 Pohon Demi Masa Depan
Berita Terkini
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved