Kasus Covid-19 di AS Mungkin Puluhan Kali Lebih Besar dari yang Dilaporkan
Rabu, 29 Juli 2020 - 20:40 WIB
loading...
CDC dalam studinya menyebut jumlah sebenarnya dari kasus Covid-19 di Amerika Serikat (AS) mungkin enam hingga 24 kali lebih tinggi dari yang dilaporkan. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Jumlah sebenarnya dari kasus Covid-19 di Amerika Serikat (AS) mungkin enam hingga 24 kali lebih tinggi dari yang dilaporkan. Hal itu terungkap dalam sebuah sebuah studi baru yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
Dalam studi cross-sectional dari 16.025 spesimen klinis residual, CDC memperkirakan proporsi orang dengan antibodi Covid-19 yang terdeteksi berkisar antara satu persen di wilayah Teluk San Francisco hingga 6,9 persen di Kota New York.
( Baca juga: Bill Gates: Kebanyakan Tes Covid-19 di AS Tidak Berguna )
Studi ini melakukan pengujian serologis pada sampel serum residu yang diperoleh dari orang-orang dari segala usia. Serum dikumpulkan dari 23 Maret hingga 12 Mei, untuk pengujian klinis rutin oleh dua perusahaan laboratorium komersial.
"Hasil kami untuk setiap situs menunjukkan bahwa jumlah infeksi jauh lebih besar daripada jumlah kasus yang dilaporkan selama periode penelitian," kata penelitian yang diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine, seperti dilansir Xinhua.
Dalam studi cross-sectional dari 16.025 spesimen klinis residual, CDC memperkirakan proporsi orang dengan antibodi Covid-19 yang terdeteksi berkisar antara satu persen di wilayah Teluk San Francisco hingga 6,9 persen di Kota New York.
( Baca juga: Bill Gates: Kebanyakan Tes Covid-19 di AS Tidak Berguna )
Studi ini melakukan pengujian serologis pada sampel serum residu yang diperoleh dari orang-orang dari segala usia. Serum dikumpulkan dari 23 Maret hingga 12 Mei, untuk pengujian klinis rutin oleh dua perusahaan laboratorium komersial.
"Hasil kami untuk setiap situs menunjukkan bahwa jumlah infeksi jauh lebih besar daripada jumlah kasus yang dilaporkan selama periode penelitian," kata penelitian yang diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine, seperti dilansir Xinhua.
Lihat Juga :