Di Ambang Perang Besar, Negara-negara Afrika Barat Bersiap Invasi Niger
Minggu, 06 Agustus 2023 - 10:37 WIB
loading...
A
A
A
Prancis, seperti dikutip Reuters, akan mendukung intervensi militer ECOWAS untuk membuat kudeta gagal, tetapi belum menentukan apakah itu akan memerlukan dukungan militer untuk intervensi.
Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna telah bertemu dengan mantan perdana menteri Niger, Ouhoumoudou Mahamadou, dan duta besar Niger di Paris pada hari Sabtu.
Di bawah rencana intervensi, keputusan kapan dan di mana akan menyerang akan dibuat oleh kepala negara dan tidak akan diungkapkan kepada komplotan kudeta. Demikian disampaikan Abdel-Fatau Musah, komisioner urusan politik, perdamaian dan keamanan ECOWAS.
“Semua elemen yang akan digunakan untuk intervensi akhir telah dikerjakan di sini, termasuk sumber daya yang dibutuhkan, bagaimana dan kapan kita akan mengerahkan pasukan,” katanya pada penutupan pertemuan tiga hari di Ibu Kota Nigeria, Abuja.
Pilihan apa pun yang dipilih badan 15 negara itu berisiko menimbulkan konflik lebih lanjut di salah satu wilayah termiskin di dunia, di mana kelompok-kelompok yang terkait dengan ISIS dan al-Qaeda tumbuh subur dalam kekacauan.
Tidak jelas berapa banyak dukungan yang dimiliki blok ECOWAS. Chad, yang bukan bagian dari ECOWAS tetapi pemimpin militernya, Presiden Mahamat Idriss Déby, berperan dalam upaya mediasi untuk krisis Niger minggu ini, mengatakan tidak akan melakukan intervensi militer.
Menteri Pertahanan Chad Jenderal Daoud Yaya Brahim mengatakan kepada televisi nasional pada hari Jumat: "Kami selalu menganjurkan dialog antara warga Niger dan kami tidak akan pernah campur tangan dengan cara militer."
Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna telah bertemu dengan mantan perdana menteri Niger, Ouhoumoudou Mahamadou, dan duta besar Niger di Paris pada hari Sabtu.
Di bawah rencana intervensi, keputusan kapan dan di mana akan menyerang akan dibuat oleh kepala negara dan tidak akan diungkapkan kepada komplotan kudeta. Demikian disampaikan Abdel-Fatau Musah, komisioner urusan politik, perdamaian dan keamanan ECOWAS.
“Semua elemen yang akan digunakan untuk intervensi akhir telah dikerjakan di sini, termasuk sumber daya yang dibutuhkan, bagaimana dan kapan kita akan mengerahkan pasukan,” katanya pada penutupan pertemuan tiga hari di Ibu Kota Nigeria, Abuja.
Pilihan apa pun yang dipilih badan 15 negara itu berisiko menimbulkan konflik lebih lanjut di salah satu wilayah termiskin di dunia, di mana kelompok-kelompok yang terkait dengan ISIS dan al-Qaeda tumbuh subur dalam kekacauan.
Tidak jelas berapa banyak dukungan yang dimiliki blok ECOWAS. Chad, yang bukan bagian dari ECOWAS tetapi pemimpin militernya, Presiden Mahamat Idriss Déby, berperan dalam upaya mediasi untuk krisis Niger minggu ini, mengatakan tidak akan melakukan intervensi militer.
Menteri Pertahanan Chad Jenderal Daoud Yaya Brahim mengatakan kepada televisi nasional pada hari Jumat: "Kami selalu menganjurkan dialog antara warga Niger dan kami tidak akan pernah campur tangan dengan cara militer."
Lihat Juga :