4 Alasan Pemilu Kamboja Disebut sebagai Penobatan daripada Pesta Demokrasi

Senin, 24 Juli 2023 - 09:29 WIB
loading...
4 Alasan Pemilu Kamboja...
Hun Manet, putra PM Kamboja Hun Sen, menjadi kandidat kuat pemimpin negara tersebut. Foto/Reuters
A A A
PHNOM PENH - Pemilu Kamboja sudah bisa diprediksi. Partai berkuasa dipastikan menang. Hingga banyak kalangan menyebut pemilu tersebut adalah suatu penobatan dibandingkan sebagai sebuah pesta demokrasi.

Pemilu kali ini adalah momen munculnya Hun Manet, putra sulung Perdana Menteri Hun Sen yang berusia 45 tahun. Hun Manet akan menjadi pengganti ayahnya dan memimpin Partai Rakyat Kamboja (CPP).

Berikut adalah 4 alasan pemilu Kamboja disebut sebagai penobatan daripada pesta demokrasi.

1. Tidak Ada Opisisi

4 Alasan Pemilu Kamboja Disebut sebagai Penobatan daripada Pesta Demokrasi

Foto/Reuters

Memang, ayah Hun Manet, Hun Sen, telah memastikan bahwa CPP adalah satu-satunya partai yang mungkin memenangkan pemilu.

Hun Sen, 70, telah menjalankan Kamboja dengan gaya garang khasnya selama 38 tahun: pertama di rezim komunis yang dipasang Vietnam, kemudian di bawah sistem multi-partai yang dipasang PBB, dan baru-baru ini sebagai otokrat yang semakin tidak toleran.

Satu-satunya partai yang sekarang mampu menantang kekuasaannya, Partai Cahaya Lilin, dilarang mengikuti pemilu karena masalah teknis pada bulan Mei. 17 partai yang tersisa diizinkan untuk bertarung karena terlalu kecil atau terlalu sedikit diketahui untuk menimbulkan ancaman.

Beberapa jam setelah jajak pendapat ditutup, CPP mengklaim tingkat partisipasi yang tinggi jumlah pemilih lebih dari 80%. Ada tingkat surat suara rusak yang cukup tinggi di beberapa tempat pemungutan suara: itu mungkin satu-satunya cara yang aman bagi pemilih untuk menunjukkan dukungan mereka kepada oposisi.

Baca Juga: 5 Fakta tentang Hun Manet, Penerus Kekuasaan PM Kamboja Hun Sen

2. Sukses Politik Berbasis Kekeluargaan

4 Alasan Pemilu Kamboja Disebut sebagai Penobatan daripada Pesta Demokrasi

Foto/Reuters
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahathir Mohamad Genap...
Mahathir Mohamad Genap 101 Tahun, Dokter yang Sulap Wajah Malaysia Modern
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Serangan AS Masuki Hari...
Serangan AS Masuki Hari Kelima, Iran Terus Hantam Pangkalan Militer di Teluk
Brutal, Pasukan Israel...
Brutal, Pasukan Israel Bombardir Prosesi Pemakaman Warga Gaza, 7 Orang Tewas
Rekomendasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
Tak Pernah Kepikiran...
Tak Pernah Kepikiran Jadi Kreator Konten, Nickysya Kini Sukses Berkat Viedo Reviewnya di TikTok
Berita Terkini
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved