AS Fokus Selamatkan Travis King dari Cengkeraman Kim Jong Un

Sabtu, 22 Juli 2023 - 14:22 WIB
loading...
A A A
Negosiator AS memiliki beberapa cara untuk mencapai Korea Utara. Negara-negara tersebut tidak memiliki hubungan diplomatik dan Swedia, yang secara resmi mewakili kepentingan AS di Pyongyang, menarik diplomatnya pada Agustus 2020 di tengah pandemi virus corona.

Pejabat AS mengatakan Amerika Serikat telah berusaha menghubungi Korea Utara tentang King melalui hotline Komando PBB dan saluran lain, termasuk PBB di New York, di mana Korea Utara memiliki perwakilan.

Pendekatan terbaik untuk saat ini, kata para ahli, mungkin sikap publik yang rendah hati.

Baca Juga: Korea Selatan: Serangan Nuklir Jadi Akhir Rezim Korea Utara

"Sekitar 90% dari (hasil) akan ditentukan berdasarkan bagaimana kita bereaksi sekarang," kata Mickey Bergman, direktur eksekutif Richardson Center yang didirikan oleh Bill Richardson, mantan diplomat yang sebelumnya bernegosiasi dengan Korea Utara untuk pembebasan tahanan.

Korea Utara kemungkinan akan menginterogasi King secara panjang lebar, kemudian memiliki pilihan untuk mendeportasinya atau menuntutnya. Bergman menambahkan bahwa AS harus menghindari tekanan dan sebaliknya dengan tenang mengomunikasikan bahwa Washington menghormati hak Pyongyang untuk menahan dan menanyai seorang tentara yang memasuki wilayahnya.

Jenny Town, peneliti dari 38 North Washington, mengatakan kasus itu rumit karena tidak mengetahui niat King dan apakah dia benar-benar ingin kembali. King telah ditahan di Korea Selatan selama lebih dari sebulan karena penyerangan dan akan terbang kembali ke AS untuk menghadapi disiplin militer.

Kasus tentara AS pergi ke Korea Utara sangat jarang terjadi. Pada tahun 1965, Charles Robert Jenkins, seorang sersan Angkatan Darat AS berusia 25 tahun berjalan melewati DMZ dan menghabiskan empat dekade di Korea Utara, di mana dia mengajar bahasa Inggris dan juga memerankan mata-mata AS dalam sebuah film propaganda.

Kemudian, seorang mantan diplomat Korea Utara yang membelot ke Korea Selatan mengatakan King dapat digunakan sebagai alat propaganda, tetapi tidak jelas berapa lama Korea Utara ingin mengeksploitasi kehadirannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Perang Semakin Sengit,...
Perang Semakin Sengit, Inggris Mulai Tarik Staf Kedubes dari Iran
Rekomendasi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved