Swedia Tidak Memiliki Kemauan Politik untuk Melarang Pembakaran Alquran
Sabtu, 22 Juli 2023 - 05:45 WIB
loading...
A
A
A
Swedia memiliki undang-undang yang melarang ujaran kebencian terhadap kelompok etnis, nasional dan agama serta orang-orang atas dasar orientasi seksual. Namun, pembakaran kitab suci sejauh ini tidak memenuhi syarat sebagai ujaran kebencian tetapi dianggap sebagai kritik yang dapat diterima.
Wartawan dan pakar kebebasan berbicara Nils Funcke mengatakan perubahan Undang-Undang Ketertiban Umum seperti yang diperdebatkan oleh pemerintah akan sangat sulit untuk diperkenalkan dan kemungkinan akan bertentangan dengan kebebasan berkumpul yang dilindungi undang-undang Swedia.
"Semoga beruntung menulis undang-undang seperti itu. Tidak akan banyak demonstrasi tersisa jika kita mendengarkan ancaman dari organisasi ekstremis di negara-negara seperti Iran atau Irak," katanya kepada Reuters.
"Dan bagaimana Anda bisa melakukan demonstrasi menentang seseorang seperti (Presiden Rusia Vladimir) Putin? Itu pasti akan membahayakan keselamatan Swedia," tambahnya.
Jajak pendapat Gallup tahun 2022 menemukan bahwa Swedia adalah negara di dunia dengan persentase penduduk tertinggi yang menyatakan mereka tidak percaya pada Tuhan. Swedia menghapus undang-undang yang melarang orang mengkritik atau mengejek agama dan keluarga kerajaan pada tahun 1970-an.
"Ini adalah tradisi kami," kata Funcke kepada Reuters. “Argumennya adalah tidak ada alasan bagi agama untuk bebas dari kritik ketika semua bidang masyarakat lainnya dapat didiskusikan dengan bebas,” katanya.
Wartawan dan pakar kebebasan berbicara Nils Funcke mengatakan perubahan Undang-Undang Ketertiban Umum seperti yang diperdebatkan oleh pemerintah akan sangat sulit untuk diperkenalkan dan kemungkinan akan bertentangan dengan kebebasan berkumpul yang dilindungi undang-undang Swedia.
"Semoga beruntung menulis undang-undang seperti itu. Tidak akan banyak demonstrasi tersisa jika kita mendengarkan ancaman dari organisasi ekstremis di negara-negara seperti Iran atau Irak," katanya kepada Reuters.
"Dan bagaimana Anda bisa melakukan demonstrasi menentang seseorang seperti (Presiden Rusia Vladimir) Putin? Itu pasti akan membahayakan keselamatan Swedia," tambahnya.
Jajak pendapat Gallup tahun 2022 menemukan bahwa Swedia adalah negara di dunia dengan persentase penduduk tertinggi yang menyatakan mereka tidak percaya pada Tuhan. Swedia menghapus undang-undang yang melarang orang mengkritik atau mengejek agama dan keluarga kerajaan pada tahun 1970-an.
"Ini adalah tradisi kami," kata Funcke kepada Reuters. “Argumennya adalah tidak ada alasan bagi agama untuk bebas dari kritik ketika semua bidang masyarakat lainnya dapat didiskusikan dengan bebas,” katanya.
(ahm)
Lihat Juga :