Video 2 Wanita Diarak Telanjang untuk Diperkosa Massal Picu Kemarahan di India

Kamis, 20 Juli 2023 - 21:14 WIB
loading...
Video 2 Wanita Diarak...
Video 2 wanita diarak telanjang untuk diperkosa massal picu kemarahan di India. Foto/The Vibes
A A A
NEW DELHI - Sebuah video yang memperlihatkan dua wanita diarak telanjang oleh massa di negara bagian timur laut Manipur, yang dilanda bentrokan etnis, telah memicu kemarahan di India .

Polisi mengatakan mereka telah membuka kasus pemerkosaan massal dan menangkap seorang pria, menambahkan bahwa pelaku lainnya akan segera ditahan.

Kekerasan mematikan telah menjerumuskan Manipur, negara bagian India yang indah yang berbatasan dengan Myanmar, ke dalam kekacauan selama lebih dari dua bulan.

Bentrokan antara anggota mayoritas Meitei dan komunitas suku Kuki telah mengakibatkan segregasi total mereka. Sedikitnya 130 orang tewas dan 60.000 orang mengungsi.

Kedua wanita tersebut, yang merupakan anggota suku Kuki, diserang oleh pria dari kelompok Meitei.

Polisi mengatakan penyerangan terhadap wanita itu terjadi pada 4 Mei tetapi menjadi berita utama nasional pada Kamis ini setelah videonya mulai viral di media sosial. Pemerintah federal telah meminta semua perusahaan media sosial untuk menghapus video tersebut dari platform mereka.

Video mengerikan kedua wanita itu dibagikan secara luas di media sosial pada hari Rabu. Video itu menunjukkan mereka diseret dan diraba-raba oleh segerombolan pria yang kemudian mendorong mereka ke lapangan.

Forum Pemimpin Suku Adat (ITLF) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kekejaman telah dilakukan di sebuah desa di distrik Kangpokpi terhadap perempuan dari komunitas suku Kuki-Zo. Badan itu juga menuduh bahwa para wanita telah diperkosa beramai-ramai.

"Perkosaan beramai-ramai terhadap perempuan terjadi setelah desa dibakar dan dua laki-laki - satu paruh baya dan satu remaja - dipukuli sampai mati oleh massa," kata ITLF.

Tetapi pengaduan polisi yang diajukan oleh kerabat salah satu wanita mengatakan hanya satu dari mereka yang diperkosa beramai-ramai. Ditambahkan bahwa wanita ketiga telah dipaksa untuk menelanjangi dirinya sendiri tetapi dia tidak terlihat dalam video tersebut.

Polisi mengatakan bahwa insiden itu terjadi pada 4 Mei dan kasus penculikan serta pemerkosaan dan pembunuhan telah didaftarkan di distrik Thoubal.

Baca Juga: Benar-benar Gila! 2 Wanita India Diarak Telanjang untuk Diperkosa Beramai-ramai

Serangan itu telah dikutuk oleh politisi di seluruh spektrum.

Pada hari Kamis (20/7/2023), sesi parlemen di New Delhi terganggu karena anggota parlemen menuntut debat tentang masalah tersebut.

Perdana Menteri Narendra Modi juga mengatakan insiden itu telah mempermalukan India dan tidak ada kesalahan yang akan bebas dari hukum.

"Saya meyakinkan bangsa, hukum akan mengambil jalannya dengan sekuat tenaga. Apa yang terjadi dengan putri-putri Manipur tidak akan pernah bisa dimaafkan," katanya, akhirnya memecah kebungkaman di Manipur lebih dari dua bulan setelah kekerasan meletus seperti dikutip dari BBC.

Baca Juga: 26 Partai Oposisi India Bersatu Melawan PM Modi

Ketua Mahkamah Agung India DY Chandrachud juga menyatakan keprihatinannya atas penyerangan tersebut, dengan mengatakan bahwa badan yang dipimpinnya sangat terganggu dengan video tersebut. Memberitahu pemerintah untuk memberi tahu pengadilan tentang langkah-langkah yang diambil terhadap terdakwa, hakim agung mengatakan: "Kami akan mengambil tindakan jika Anda tidak melakukannya".

Menteri federal Smriti Irani, menyebutnya benar-benar tidak manusiawi.

Beberapa pemimpin oposisi juga mengkritik pemerintah Partai Bharatiya Janata karena tidak berbuat cukup untuk memadamkan kekerasan di negara bagian tersebut.

Pemimpin partai Kongres Priyanka Gandhi Vadhra mengatakan bahwa gambaran kekerasan seksual terhadap perempuan dari Manipur sangat memilukan.

Ketua Menteri Delhi Arvind Kejriwal juga mengecam tindakan itu. "Tindakan keji semacam ini tidak dapat ditoleransi dalam masyarakat India," katanya.

Baca Juga: Inilah Pengemis Terkaya di Dunia, Kekayaannya Rp15 Miliar dan Punya 2 Toko
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Di Tengah Piala Dunia...
Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved