26 Partai Oposisi India Bersatu Melawan PM Modi

Rabu, 19 Juli 2023 - 04:31 WIB
loading...
26 Partai Oposisi India...
Perdana Menteri Narendra Modi memiliki politik identitas yang kuat sehingga oposisi harus bersatu. Foto/Reuters
A A A
NEW DELHI - Sebanyak 26 partai oposisi India membentuk aliansi yang disebut "INDIA" untuk menantang Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi dalam pemilihan parlemen tahun depan.

Aliansi tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa BJP menyerang karakter republik dan mereka berjanji untuk "menjaga gagasan India sebagaimana diabadikan dalam Konstitusi".

Dalam indikasi pertama dari kebijakan politik dan ekonomi bersama, aliansi tersebut mengatakan akan fokus pada memerangi kenaikan harga dan pengangguran.

Penamaan aliansi INDIA dipandang sebagai upaya untuk menantang platform nasionalis BJP dalam pemilihan yang dijadwalkan pada Mei 2024.

Modi dan BJP mengkritik anggota aliansi sebagai oportunis dan korup yang mencemarkan nama baik India secara global tetapi sekarang berusaha menyelamatkan keberadaan mereka dan keluarga mereka.

Mallikarjun Kharge, presiden partai oposisi utama Kongres, mengatakan INDIA adalah singkatan dari "Aliansi Inklusif Pembangunan Nasional India".

"Tujuan utamanya adalah berdiri bersama untuk menjaga demokrasi dan konstitusi," kata Kharge, dilansir Reuters. Itu menandai pertemuan akhir selama dua hari 26 partai oposisi di Bengaluru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Hilang Misterius 12...
Hilang Misterius 12 Tahun Silam, Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Diperpanjang Setahun
Rekomendasi
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
Berita Terkini
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved