Nasib Warga AS yang Ditahan Korea Utara, Ada yang Meninggal Setelah Dibebaskan

Kamis, 20 Juli 2023 - 16:14 WIB
loading...
A A A
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola negara mengklaim dia diberikan perawatan medis "dengan segala ketulusan" meskipun "tidak memiliki alasan untuk menunjukkan belas kasihan kepada penjahat dari negara musuh".

KCNA juga mengklaim bahwa Korut adalah korban terbesar dari kematian dan kampanye kotor selanjutnya oleh AS.

2. Bruce Byron Lowrance, 2018


Pada Oktober 2018, Korut mengumumkan bahwa Bruce Byron Lowrance - seorang pria berusia 60 tahun dari Michigan - telah ditahan saat memasuki negara itu secara ilegal dari China.

Otoritas AS kemudian mengungkapkan bahwa seorang pria yang cocok dengan nama dan deskripsinya telah ditahan di zona demiliterisasi yang memisahkan Korea Utara dan Selatan. Pria itu diduga mengatakan kepada penyelidik bahwa dia yakin kunjungannya akan membantu meredakan ketegangan geopolitik antara kedua negara.

Lowrance dibebaskan sekitar sebulan setelah ditahan, yang menurut para pejabat AS mungkin merupakan upaya untuk meningkatkan hubungan dengan AS setelah pembicaraan tingkat tinggi antara Kim Jong-un dan Presiden AS saat itu Donald Trump.

Dia belum berkomentar secara terbuka tentang penahanannya dan pembebasan selanjutnya.

3. Matthew Miller, 2014

Nasib Warga AS yang Ditahan Korea Utara, Ada yang Meninggal Setelah Dibebaskan

Foto:ABC News

Matthew Miller, seorang guru berusia 24 tahun dari California, ditahan oleh otoritas Korut dan didakwa melakukan tindakan spionase "bermusuhan" saat melakukan tur terorganisir pada April 2014.

Otoritas Korut kemudian menuduh dia mengakui "ambisi liar" untuk menjelajahi negara itu dan menyelidiki kondisi di sana.

Dia dijatuhi hukuman enam tahun penjara dengan kerja paksa pada bulan September 2014. Dalam wawancara sebelum dan setelah pembebasannya, dia mengatakan bahwa dia menghabiskan banyak waktunya untuk menggali di ladang, memindahkan batu dan mencabuti rumput liar, tetapi sebagian besar ditahan dalam isolasi yang ketat.

Miller dibebaskan bulan berikutnya bersama tahanan Amerika lainnya, Kenneth Bae.

Dalam wawancara selanjutnya dengan jurnalis Nate Thayer dari situs NK News yang berfokus pada Korut, Miller mengatakan dia pergi ke negara itu dengan niat untuk membelot dan berbicara dengan orang biasa Korut tentang hal-hal normal, terlepas dari politik.

"Saya mencoba untuk tinggal di pedesaan," kata Miller. "Mereka ingin saya pergi. Pada malam pertama mereka berkata, 'Kami ingin Anda pergi dengan penerbangan berikutnya.' Tapi saya menolak. Saya hanya tidak ingin pergi," ungkapnya.

Dalam wawancara, Miller mengatakan dia akhirnya "berubah pikiran" tentang mencari suaka dan meminta bantuan dari pemerintah AS.

4. Kenneth Bae, 2012

Nasib Warga AS yang Ditahan Korea Utara, Ada yang Meninggal Setelah Dibebaskan

Foto: CNN

Kenneth Bae dibebaskan bersama Miller. Penduduk negara bagian Washington itu ditangkap pada November 2012.

Seorang misionaris Kristen Injili Korea-Amerika, dia telah mengunjungi negara itu berkali-kali. Pada kesempatan itu dia dihentikan dan hard drive dengan materi Kristen ditemukan.

Korut mengajukan serangkaian tuduhan atas apa yang disebutnya sebagai "tindakan bermusuhan" terhadap Bae termasuk upaya untuk membangun basis untuk kegiatan anti-pemerintah, penyelundupan literatur terlarang, dan mendorong para pembangkang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Trump Tuduh Iran Mengulur...
Trump Tuduh Iran Mengulur Waktu Kesepakatan Damai: Mereka Harus Bayar Mahal!
Rekomendasi
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Dirjen Imigrasi Ungkap...
Dirjen Imigrasi Ungkap Alasan Tyo Nugros Dicekal ke Malaysia
Berita Terkini
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Infografis
Korea Selatan Kirim...
Korea Selatan Kirim Kapal Pendarat ke Latihan yang Dipimpin AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved