Putin: Wagner Tidak Ada, Hukum Rusia Tak Mengakui Keberadaannya

Jum'at, 14 Juli 2023 - 06:31 WIB
loading...
Putin: Wagner Tidak...
Pekerja mencopot papan reklame perekrutan PMC Wagner di Volgograd, Rusia, 24 Juni 2023. Foto/Kirill Braga/Sputnik
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin menegaskan hukum Rusia tidak mengakui keberadaan perusahaan militer swasta, termasuk 'Wagner'.

Putin mengatakan itu kepada surat kabar Kommersant pada Kamis (13/7/2023), ketika ditanya tentang pertemuannya baru-baru ini dengan para komandan kelompok pemberontak Wagner Group.

Saat menghadiri pameran teknologi di Moskow, Putin ditanya apakah 'Wagner' akan terus beroperasi sebagai formasi tempur?

"Yah, PMC Wagner tidak ada!" Putin memberi tahu koresponden Kommersant. “Kami tidak memiliki undang-undang tentang perusahaan militer swasta! Jadi itu tidak ada!”

“Grup itu ada, tapi secara hukum tidak ada,” jelas Presiden. “Itu persoalan tersendiri, terkait legalisasi, yang perlu disikapi Duma Negara dan pemerintah. Pertanyaan yang rumit.”

Pemerintah Rusia telah lama memegang posisi ini ketika ditanya tentang kelompok tersebut, yang secara nominal dipimpin oleh pengusaha Yevgeny Prigozhin.

Keberadaan Wagner secara de facto baru diakui oleh militer Rusia ketika kelompok tersebut terlibat dalam pertempuran di Donbass tahun lalu, khususnya di Popasnaya dan Artyomovsk, yang juga dikenal sebagai Bakhmut.

Baca juga: 5 Dampak Mengerikan Jika Pecah Perang Nuklir Antara Rusia dan NATO

Awal pekan ini, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengonfirmasi laporan media Prancis bahwa Putin telah bertemu dengan 35 anggota 'Wagner' pada 29 Juni, beberapa hari setelah kelompok tersebut terlibat dalam pemberontakan bersenjata.

Pada Kamis, Putin diminta memberikan versinya tentang apa yang terjadi. “Saya tidak punya versinya,” jawab presiden Rusia itu. “Anda atau NATO mungkin memiliki versinya. Saya memiliki apa yang sebenarnya terjadi.

Menurut Putin, dia ingin bertemu dengan para komandan Wagner yang telah bertempur secara terhormat, lebih daripada Prigozhin, meskipun dia juga hadir.

“Pada pertemuan itu saya memberikan penilaian tentang apa yang mereka lakukan di medan perang, dan apa yang mereka lakukan selama peristiwa 24 Juni,” papar Putin.

Dia menjelaskan, “Ketiga, saya menunjukkan kepada mereka kemungkinan varian bagaimana mereka dapat melanjutkan layanan mereka, termasuk dalam pertempuran. Itu semuanya."

Pada satu titik, menurut Putin, dia menawarkan orang-orang yang berkumpul di Kremlin untuk melanjutkan dinas militer mereka di bawah komandan yang sama yang telah mereka layani selama 16 bulan terakhir, yang dikenal dengan tanda panggilannya 'Grayhair'.

Meski banyak dari mereka mengangguk, Prigozhin berbicara atas nama mereka dan mengatakan mereka tidak setuju.

Setelah mengepung markas militer di Rostov dan mengirimkan konvoi kendaraan menuju Moskow, Prigozhin memerintahkan Wagner mundur pada 24 Juni, setelah Presiden Belarusia Alexander Lukashenko memediasi kesepakatan dengan Kremlin.

Di bawah ketentuan kesepakatan, Wagner akan diintegrasikan kembali ke dalam angkatan bersenjata Rusia, sementara Prigozhin akan pindah ke Belarusia dan kasus pidana terhadapnya atas pemberontakan bersenjata akan dibatalkan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved