5 Kebijakan Volodymyr Zelensky selama Menjabat Presiden Ukraina

Senin, 10 Juli 2023 - 13:19 WIB
loading...
5 Kebijakan Volodymyr...
Volodymyr Zelensky, presiden masa perang dari Ukraina. Ada lima kebijakan kontroversial selama Zelensky menjabat presiden Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
KYIV - Volodymyr Zelensky adalah presiden masa perang dari Ukraina. Sejak negaranya diinvasi Rusia 24 Februari 2022, dia menikmati dukungan nyaris tanpa henti dari negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat (AS).

Lahir pada 25 Januari 1978 di Krivyi Rih, Zelensky yang merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Nasional Taras Shevchenko di Kyiv sebelumnya dikenal sebagai seorang komedian dan produser televisi.

Dia meraih popularitas yang luas melalui acara komedi televisi yang sukses yang diproduksinya, termasuk serial "Servant of the People" di mana dia memerankan seorang guru yang terpilih sebagai presiden.

Zelensky memasuki dunia politik pada tahun 2019 dengan mengumumkan pencalonannya dalam pemilihan presiden Ukraina. Dengan pesan anti-korupsi dan janji-janji reformasi, kampanye Zelensky memenangkan dukungan yang luas dari masyarakat Ukraina yang merasa kecewa dengan pemerintahan sebelumnya. Setelah terpilih, dia menjadi presiden termuda dalam sejarah Ukraina.

Terlepas dari karier politiknya yang kilat tapi sukses, Zelensky tak luput dari kontroversi atas kebijakannya selama menjabat sebagai presiden Ukraina.

Baca Juga: Takut Perang Habis-habisan dengan Rusia, Jerman Cegah Ukraina Gabung NATO

5 Kontroversi Volodymyr Zelensky selama Jadi Presiden Ukraina

1. Buka Pintu untuk Pernikahan Sesama Jenis


Ketika Ukraina sedang perang melawan invasi Rusia, Presiden Volodymyr Zelensky pada Agustus 2022 membuat kejutan dengan membuka pintu untuk melegalkan pernikahan sesama jenis di negaranya.

Itu sebagai respons atas petisi yang menyerukan agar pernikahan sesama jenis diperkenalkan di negara tersebut.

Dalam jawaban tertulis secara online, Zelensky menjelaskan bahwa tidak mungkin melegalkan pernikahan sesama jenis saat negara masih berperang, karena akan memerlukan perubahan konstitusi.

Namun dia mengatakan pemerintahnya telah mencari solusi mengenai legalisasi kemitraan sipil terdaftar di Ukraina sebagai bagian dari pekerjaan untuk membangun dan memastikan hak asasi manusia (HAM) dan kebebasan.

Seruan untuk memperkenalkan pernikahan sesama jenis di Ukraina telah dipercepat oleh perang, karena sejumlah orang LGBTQ (lesbian, gay, biseksual, transgender dan queer) bertugas di militer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved