Cegah Kerusuhan dan Demonstrasi, Prancis Larang Penjualan Petasan

Minggu, 09 Juli 2023 - 18:45 WIB
loading...
Cegah Kerusuhan dan...
Polisi berjaga dalam demonstrasi di Paris, Prancis. Foto/Reuters
A A A
PARIS - Prancis melarang penjualan, kepemilikan, dan pengangkutan kembang api selama akhir pekan Hari Bastille pada minggu depan di tengah kekhawatiran akan terjadinya kerusuhan baru.

Para pengunjuk rasa kerap menyalakan kembang api selama gelombang kerusuhan kekerasan yang melanda negara itu menyusul penembakan fatal seorang remaja berusia 17 tahun oleh seorang petugas polisi pada akhir Juni.

“Untuk mencegah risiko gangguan publik yang serius selama perayaan 14 Juli, penjualan, pengangkutan, pengangkutan, dan penggunaan barang piroteknik dan kembang api dilarang di seluruh Prancis hingga 15 Juli inklusif,” demikian keputusan Pemerintah Prancis.

Hari Bastille, yang merupakan hari nasional Prancis, dirayakan setiap tahun pada tanggal 14 Juli dengan pertunjukan kembang api spektakuler yang diselenggarakan di seluruh negeri.

Keputusan tersebut, yang segera berlaku, tidak berlaku bagi para profesional atau daerah setempat yang menyelenggarakan pertunjukan kembang api untuk liburan tersebut.

Perdana Menteri Prancis, Elisabeth Borne, telah menjanjikan "tindakan besar-besaran untuk melindungi rakyat Prancis" selama 13-14 Juli yang digambarkannya sebagai "hari-hari sensitif".

Borne mengonfirmasi bahwa pemerintah Prancis sedang mempertimbangkan untuk mendenda orang tua anak di bawah umur yang terlibat dalam kerusuhan.

Baca Juga: 5 Fakta Rumah Wali Kota Vincent Jeanbrun Dibakar dalam Kerusuhan Prancis
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
Iran Peringatkan Negara-Negara...
Iran Peringatkan Negara-Negara Teluk Tak Bantu Serangan AS
Rekomendasi
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Bluray Cargo, Respons Nagita Slavina Jadi Sorotan
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Berita Terkini
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved