5 Fakta Brigade Azov, Milisi Neo-Nazi Ukraina yang Pernah Dikalahkan Militer Rusia

Minggu, 09 Juli 2023 - 15:22 WIB
loading...
A A A
Resimen Azov memainkan peran utama dalam merebut kembali Mariupol dari pejuang pro-Rusia pada Juni 2014. Selama tahun itu, Mariupol berpindah tangan beberapa kali saat pasukan Kyiv melawan separatis yang didukung Rusia.

Kota pelabuhan itu sangat penting bagi Rusia untuk mengamankan kendali penuh atas pantai Laut Azov serta jembatan darat yang menghubungkan wilayah pro-Rusia dengan Krimea.

Brigade Azov menjadi wajah publik dari perlawanan Ukraina melawan pasukan Rusia di kota itu. Anggotanya menayangkan klip video tentang pertempuran di pabrik baja Mariupol.

Saat Rusia menguasai lebih banyak bagian Mariupol, Azov mendasarkan dirinya sebagian besar pada pabrik besi dan baja Azovstal, salah satu pabrik metalurgi terbesar di Eropa, bersama pasukan Ukraina lainnya.

Bagi banyak orang di Ukraina, Azov mewujudkan tekad Ukraina untuk melawan Rusia, yang menurut Zelenskiy bertekad untuk menghancurkan negara itu.

3. Memperjuangkan Nasionalis Kulit Putih

5 Fakta Brigade Azov, Milisi Neo-Nazi Ukraina yang Pernah Dikalahkan Militer Rusia

Foto/Reuters

Milisi Azov muncul dari organisasi Patriot Ukraina Andriy Biletskiy yang menurut para kritikus memperjuangkan ide-ide nasionalis kulit putih, anti-imigran ekstrim-kanan.

Patriot Ukraina kemudian berganti nama menjadi Korps Nasional dan, meskipun bersekutu dengan partai nasionalis lainnya, gagal memenangkan pemilu pada 2019. Departemen Luar Negeri AS melabeli Korps Nasional sebagai "kelompok kebencian nasionalis" pada 2018.

Reporting Radicalism, sebuah kelompok yang didukung Freedom House yang menyelidiki ekstremisme politik di Ukraina, mengatakan Biletskiy telah menulis beberapa teks rasis secara terbuka. Biletskiy menyangkal memegang pandangan rasis atau neo-Nazi dan mengatakan dia percaya pada nasionalisme berbasis nilai.

Stanford Center for International Security and Cooperation menggambarkan kelompok itu sebagai "organisasi paramiliter nasionalis ekstrem kanan yang berbasis di Ukraina".

Dalam sebuah pernyataan kepada CNN, Azov ,menyatakan "menghargai dan menghormati Andriy Biletskiy sebagai pendiri resimen dan komandan pertama, tetapi kami tidak ada hubungannya dengan aktivitas politiknya dan partai Korps Nasional".

Pernyataan itu mengatakan bahwa "motivasi Azov selalu membuat marah Rusia. Oleh karena itu, serangan disinformasi terhadap Resimen Azov tidak berhenti sejak 2014".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved