Meninggalkan Afghanistan demi Masa Depan, Mantan Penerjemah Tentara Justru Tewas Ditembak di AS

Sabtu, 08 Juli 2023 - 18:45 WIB
loading...
Meninggalkan Afghanistan...
Nasrat Ahmad Yar, mantan penerjemah tentara AS, memilih melarikan diri dari pemerintahan Taliban. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Nasrat Ahmad Yar, seperti ribuan warga Afghanistan lainnya, datang ke Amerika Serikat (AS) setelah Taliban berkuasa pada tahun 2021. Dia menggunakan visa khusus bagi mereka yang bekerja untuk militer AS.

"Penerjemah berusia 31 tahun itu membayangkan kehidupan baru di mana dia, istri dan empat anaknya - berusia 13, 11, 8 dan 15 bulan - dapat hidup aman, menghasilkan uang, bersekolah dan sejahtera," kata teman Yar, Rahim Amini kepada Al Jazeera.

Tapi mimpi Ahmad Yar tak seindah harapannya.

Meninggalkan Afghanistan demi Masa Depan, Mantan Penerjemah Tentara Justru Tewas Ditembak di AS

Foto/Al Jazeera

Sebaliknya, tak lama setelah tengah malam pada 3 Juli, Yar ditemukan tewas tertembak di dalam mobilnya, yang dia kendarai untuk perusahaan berbagi tumpangan Lyft, di sebuah lingkungan di timur laut Washington, DC.

“Dia bukan saudara kandung saya, tapi dia lebih dari itu bagi saya,” kata Amini. “Satu-satunya saat kami terpisah satu sama lain adalah ketika dia sedang tidur. Kami bekerja bersama, tertawa bersama, makan bersama.”

Kedua pria itu bertemu di Pangkalan Udara Bagram di Afghanistan selama 10 tahun tugas Ahmad Yar sebagai penerjemah untuk militer AS. Seperti Ahmad Yar, Amini melarikan diri dari negara itu setelah pengambilalihan Taliban pada Agustus 2021.

Baca Juga: Penembak Bersenjata Berat Mengamuk di Philadelphia, 4 Orang Tewas

Tapi Ahmad Yar awalnya harus tetap tinggal, meski dia bersumpah untuk menjaga keluarga Amini saat mereka bersembunyi di Mazar-i-Sharif, sebuah kota yang dipertahankan oleh pasukan keamanan pemerintah di Afghanistan utara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Acuhkan Trump, Iran...
Acuhkan Trump, Iran Tak Kirim Delegasi ke Qatar untuk Berunding
Rekomendasi
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Infografis
Tentara Bayaran dari...
Tentara Bayaran dari AS Bertebaran di Perbatasan Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved