Belanda Kembalikan 478 Harta Karun yang Pernah Dijarah saat Penjajahan ke Indonesia
Jum'at, 07 Juli 2023 - 05:20 WIB
loading...
Harta Karun Lombok merupakan salah satu barang jarahan Belanda yang akan dikembalikan ke Indonesia. Foto/DW
A
A
A
AMSTERDAM - Dari meriam berdekorasi mewah hingga logam mulia dan perhiasan merupakan barang jarahan Belanda saat penjajahan yang akan dikembalikan ke Indonesia. Bukan hanya Indonesia, Sri Lanka juga menjadi negara yang akan menerima ratusan artefak seni dan budaya yang dicuri oleh Belanda tersebut.
"Sebagian besar karya ini sangat berharga dan signifikan secara budaya," kata Kementerian Kebudayaan di Den Haag, dilansir NL Times.
"Ini adalah momen bersejarah," kata Menteri Kebudayaan Belanda Gunay Uslu. Dia menambahkan bahwa benda-benda yang dikembalikan seharusnya tidak pernah ada di Belanda.
Baca Juga: Raja Belanda Willem-Alexander Minta Maaf atas Perbudakan di Era Kolonial
Keputusan untuk mengembalikan sekitar 478 objek dibuat setelah mempertimbangkan rekomendasi komisi yang ditunjuk pemerintah tahun lalu, yang menyelidiki akuisisi ilegal kolonial Belanda yang kini dipajang di museum-museum di Belanda.
Komisi tersebut dibentuk atas dasar permintaan Indonesia untuk mengembalikan karya seni dan koleksi sejarah alam dari bekas penguasa kolonialnya.
"Sebagian besar karya ini sangat berharga dan signifikan secara budaya," kata Kementerian Kebudayaan di Den Haag, dilansir NL Times.
"Ini adalah momen bersejarah," kata Menteri Kebudayaan Belanda Gunay Uslu. Dia menambahkan bahwa benda-benda yang dikembalikan seharusnya tidak pernah ada di Belanda.
Baca Juga: Raja Belanda Willem-Alexander Minta Maaf atas Perbudakan di Era Kolonial
Keputusan untuk mengembalikan sekitar 478 objek dibuat setelah mempertimbangkan rekomendasi komisi yang ditunjuk pemerintah tahun lalu, yang menyelidiki akuisisi ilegal kolonial Belanda yang kini dipajang di museum-museum di Belanda.
Komisi tersebut dibentuk atas dasar permintaan Indonesia untuk mengembalikan karya seni dan koleksi sejarah alam dari bekas penguasa kolonialnya.
Lihat Juga :