Israel Ungkap Akademisi Rusia Diculik Milisi Syiah di Irak

Kamis, 06 Juli 2023 - 12:45 WIB
loading...
Israel Ungkap Akademisi...
Kandidat doktor Universitas Princeton Elizaveta Tsurkova diculik di Irak. Foto/Facebook/lizrael
A A A
TEL AVIV - Israel mengumumkan pada Rabu (5/7/2023) bahwa kandidat doktor Universitas Princeton Elizaveta Tsurkova telah disandera di Irak oleh milisi Syiah Kataib Hezbollah.

“Tsurkova menggunakan paspor Rusianya untuk melakukan perjalanan untuk penelitian akademik,” ungkap kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

“Tsurkova telah hilang selama beberapa bulan tetapi masih hidup,” papar kantor Netanyahu, menambahkan Israel menganggap Irak bertanggung jawab atas nasib dan keselamatannya.

Sumber diplomatik yang berbicara kepada Jerusalem Post "dengan tegas menyangkal" bahwa wanita itu adalah agen Mossad atau perjalanannya ke Irak adalah "urusan resmi Israel".

Sumber itu mengatakan Israel melakukan "segalanya" melalui beberapa saluran diplomatik untuk memastikan pembebasannya.

“Israel lebih suka diam tentang situasi penyanderaan, tetapi memilih merilis informasi sebelum laporan berita muncul tentang masalah tersebut,” ungkap sumber itu.

Baca juga: Eks Presiden Rusia Medvedev Ungkap Cara Konflik Ukraina Berakhir dalam Hitungan Hari

Laporan yang dipermasalahkan tampaknya berasal dari The Cradle. Outlet itu melaporkan, “Tsurkova diculik dari rumah di lingkungan Karrada di Baghdad pada 26 Maret dan penculiknya mengenakan seragam dinas keamanan resmi Irak.”

Menurut sumber keamanan Irak, Tsurkova tiba di wilayah Kurdistan sebelum pindah ke Baghdad, menggunakan paspor Rusia karena warga Israel dilarang masuk ke negara itu.

Dia mungkin menggunakan dokumen yang sama untuk bepergian ke Suriah dan Lebanon juga, menurut sumber diplomatik Israel kepada Jerusalem Post.

Kedutaan Besar Rusia di Baghdad mengatakan kepada Cradle bahwa mereka "tidak memiliki bukti tentang individu yang disebutkan dalam permintaan Anda, baik tentang kewarganegaraannya maupun kisahnya di Irak."

Tsurkova dapat berbicara bahasa Arab, Inggris, Ibrani, dan Rusia. Posting terakhir di profil Twitter-nya adalah pada 21 Maret.

Dia pernah bertugas di Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan memimpin LSM hak asasi Palestina, sebelum menemukan kembali dirinya sebagai pakar konflik di Suriah.

Dia telah memperjuangkan perubahan rezim di Damaskus dan mempromosikan “pemberontak moderat” seperti afiliasi Al-Qaeda Front al-Nusra, yang kemudian dikenal sebagai Hayat Tahrir al-Sham (HTS).
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay: Lebih dari Olahraga, Ini Hari Bersejarah!
Rekomendasi
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Berita Terkini
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved