Komandan Pasukan Khusus Chechnya Rusia Tewas dalam Perang Ukraina

Rabu, 05 Juli 2023 - 05:00 WIB
loading...
Komandan Pasukan Khusus...
Salah satu komandan Pasukan Khusus Akhmat, Chechnya, Rusia, tewas dalam perang melawan pasukan Ukraina di Donbas. Foto/REUTERS
A A A
KYIV - Salah satu komandan unit pasukan khusus Chechnya, Rusia, tewas dalam perang melawan pasukan Ukraina di Donbas.

Unit itu lebih dikenal dengan sebutan Pasukan Khusus Akhmat.

Yevgeny Pisarenko, salah satu komandan Akhmat, dinyatakan meninggal pada hari Senin oleh dua rekan tentaranya.

Dia dikenal dengan julukan "Big" atau "The Great" dalam konteks Rusia.

"Terima kasih kepada orang tua yang membesarkan pahlawan seperti ini...Big man [pria besar] dengan Big heart [hati besar]!" tulis petinggi unit Akhmat, Apta Alaudinov, di Telegram, yang dikutip Newsweek, Selasa (4/7/2023).

Baca Juga: Mengenal Pasukan Khusus Akhmat, Pengganti Tentara Bayaran Wagner untuk Perang di Ukraina

Pisarenko bertugas sebagai bagian dari operasi militer khusus Presiden Rusia Vladimir Putin yang dimulai 24 Februari 2022, dan telah menyebabkan kematian yang tak terhitung jumlahnya bagi kedua belah pihak di bagian timur Ukraina.

Pemerintah Putin baru-baru ini menjadi sasaran keluhan dari para tentara di wilayahnya sendiri ketika pemimpin tentara bayaran Wagner Group Yevgeny Prigozhin memimpin anak buahnya melakukan pemberontakan 24 jam di Moskow.

Komisaris Akhmat Dmitry Kulko juga menulis di Telegram untuk mengenang kehidupan Pisarenko, yang memiliki tanda panggilan "Bolshoi".

"Big adalah rekan senegara saya, dia bertugas di Stavropol OMON selama bertahun-tahun, menerima pangkat kolonel," kata Kulko.

"Saat operasi khusus dimulai, dia mengajukan diri ke garis depan untuk melindungi penduduk Donbas," ujarnya.

OMON adalah unit bergerak tujuan khusus dalam Garda Nasional Rusia, yang mengambil bagian dalam pertempuran militer di Chechnya sejak Perang Chechnya Pertama yang terjadi antara tahun 1994 dan 1996.

Ramzan Kadyrov, pemimpin Chechnya, telah bersumpah setia kepada Putin selama perang berlangsung. Loyalitas Kadyrov kembali terlihat setelah upaya kudeta Wagner Group, tidak hanya membela Putin tetapi juga mengejek para tentara bayaran anak buah Prigozhin di wilayah Bakhmut-—medan pertempuran sengit selama lebih dari satu tahun.

Kadyrov tidak menyebut Pisarenko di halaman Telegramnya, yang diikuti oleh lebih dari 3 juta akun. Namun, dia memuji Alaudinov atas kepemimpinannya dan seluruh personel pasukan khusus yang saat ini beroperasi di wilayah Kreminna dan Bilohorivka, keduanya di wilayah Luhansk.

Pasukan Khusus Akhmat adalah pasukan tempur di luar tentara reguler Rusia pertama yang secara resmi menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia.

Pada bulan Juni, kementerian itu mengatakan bahwa semua "formasi sukarelawan" harus menandatangani kontrak pada 1 Juli untuk meningkatkan efektivitas penempatan mereka dalam perang melawan pasukan Ukraina.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Daftar Poin Perjanjian...
Daftar Poin Perjanjian yang Dituntut Iran ke AS, Penarikan Pasukan Israel hingga Selat Hormuz
Rekomendasi
Jadwal Formula 1 British...
Jadwal Formula 1 British Grand Prix 2026 di VISION+, Siap-Siap Nonton Duel Panas di Silverstone
Bikin Omzet Naik, Sandi...
Bikin Omzet Naik, Sandi Uno Sebut Inkubasi Berhasil Naikan Kelas UMKM
DJP Kejar Pajak Digital,...
DJP Kejar Pajak Digital, Jangan Kaget Pengguna Aplikasi Olahraga Strava Kena PPN 11%
Berita Terkini
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved