Presiden Korsel: Kementerian Unifikasi Terlalu Lunak terhadap Korut
Minggu, 02 Juli 2023 - 17:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 5 Aktris yang Dianggap Jelek di Korea tapi Cantik bagi Penonton Internasional
Pada tahun 2019, Kim menulis di kolom online bahwa jalan menuju penyatuan akan terbuka setelah "rezim pemimpin Korea Utara Kim Jong Un digulingkan dan Korea Utara dibebaskan".
Seorang pejabat tinggi dari kantor Yoon menjelaskan: "Kementerian Unifikasi sebagian besar akan menganalisis dan menanggapi tren terbaru di Korea Utara dan juga menangani masalah hak asasi manusia Korea Utara."
Kim Yung-ho, seorang ilmuwan konservatif yang dicalonkan untuk posisi menteri Jumat, telah berbicara tentang perlunya menekan Korut dengan menyoroti pelanggaran hak asasi manusia dalam rezim rahasia dan mengatakan hak asasi manusia Korea Utara harus diprioritaskan dalam kebijakan antar-Korea Seoul.
Kritikus percaya penunjukan Kim, setelah diselesaikan dalam sidang konfirmasi parlemen, dapat melemahkan peran kementerian unifikasi, yang memprioritaskan mencari pertukaran dan rekonsiliasi dengan Korea Utara.
Pada tahun 2019, Kim menulis di kolom online bahwa jalan menuju penyatuan akan terbuka setelah "rezim pemimpin Korea Utara Kim Jong Un digulingkan dan Korea Utara dibebaskan".
Seorang pejabat tinggi dari kantor Yoon menjelaskan: "Kementerian Unifikasi sebagian besar akan menganalisis dan menanggapi tren terbaru di Korea Utara dan juga menangani masalah hak asasi manusia Korea Utara."
Kim Yung-ho, seorang ilmuwan konservatif yang dicalonkan untuk posisi menteri Jumat, telah berbicara tentang perlunya menekan Korut dengan menyoroti pelanggaran hak asasi manusia dalam rezim rahasia dan mengatakan hak asasi manusia Korea Utara harus diprioritaskan dalam kebijakan antar-Korea Seoul.
Kritikus percaya penunjukan Kim, setelah diselesaikan dalam sidang konfirmasi parlemen, dapat melemahkan peran kementerian unifikasi, yang memprioritaskan mencari pertukaran dan rekonsiliasi dengan Korea Utara.
(ahm)
Lihat Juga :