Presiden Belarusia Klaim Yakinkan Putin agar Tak Lenyapkan Tentara Bayaran Wagner

Kamis, 29 Juni 2023 - 17:26 WIB
loading...
Presiden Belarusia Klaim...
Bos tentara bayaran Wagner Group Yevgeny Prigozhin (paling kiri) memimpin pemberontakan di Rusia di tengah perang Rusia di Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
MINSK - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengeklaim bahwa dirinya meyakinkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk tidak melenyapkan perusahaan tentara bayaran Wagner Group selama pemberontakan bersenjata selama akhir pekan.

Lukashenko, yang menengahi kesepakatan antara Putin dan bos Wagner Yevgeny Prigozhin—yang mencegah perang saudara di jalan-jalan Moskow—, mengatakan Putin meneleponnya sekitar pukul 10.00 waktu setempat pada Sabtu ketika ribuan tentara bayaran Wagner di bawah komando Prigozhin bergerak menuju Ibu Kota Rusia, Moskow.

“Hal yang paling berbahaya, seperti yang saya lihat, bukanlah situasi itu sendiri, tetapi kemungkinan konsekuensinya. Itu adalah bagian yang paling berbahaya,” kata Lukashenko, seperti dikutip The Hill, Kamis (29/6/2023).

Baca Juga: Menguak Habis Tentara Bayaran Wagner: Sejarah, Donatur, Sepak Terjang hingga Dereten Musuhnya

“Saya juga menyadari bahwa keputusan sulit telah diambil untuk melenyapkan mereka yang terlibat.”

“Saya menyarankan agar Putin tidak terburu-buru melakukannya. Saya menyarankan agar saya berbicara dengan Prigozhin, para komandannya,” lanjut Lukashenko.

Putin awalnya bersikeras bahwa "tidak ada gunanya" untuk mencoba dan bernegosiasi dengan Prigozhin, menurut catatan percakapan Lukashenko.

Tetapi Lukashenko mengatakan dia akan mencoba menghubungi Prigozhin. "Dan meyakinkan presiden Rusia bahwa perdamaian yang buruk lebih baik daripada perang apa pun,” kenangnya.

Lukashenko mengatakan pada hari Selasa bahwa dia mengontak Prigozhin sekitar pukul 11.00 pagi pada Sabtu dan menemukan bos Wagner "benar-benar gembira".

“Di babak pertama kami berbicara hanya menggunakan kata-kata umpatan selama sekitar 30 menit. Saya menganalisisnya nanti. Jumlah kata-kata umpatan sepuluh kali lebih tinggi dari kata-kata normal,” kata Lukashenko.

Menurut Lukashenko, Prigozhin mengatakan dia ingin menggulingkan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan Jenderal Valery Gerasimov, Kepala Staf Umum Rusia, dan bertemu dengan Putin, permintaan yang segera ditolak oleh pemimpin Belarusia.

“Anda mengenal Putin sama seperti saya. Kedua, dia tidak akan bertemu dengan Anda, dia bahkan tidak akan berbicara di telepon dengan Anda dalam situasi ini,” kata Lukashenko kepada Prigozhin.

Presiden Belarusia mengatakan dia melakukan sekitar tujuh putaran pembicaraan antara Putin dan Prigozhin, yang diklaim Lukashenko panik bahwa dia akan "dihancurkan" oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

Lukashenko mengatakan dia memberi tahu bos Wagner bahwa pemberontakannya kecil kemungkinannya untuk berhasil, sementara dia memberi tahu presiden Rusia bahwa, bahkan jika dia berhasil mengalahkan Wagner, ribuan warga sipil bisa mati dalam bentrokan itu.

Dengan pasukan Wagner hanya 120 mil dari Moskow, kesepakatan tercapai di mana Prigozhin akan diasingkan ke Belarusia dengan jaminan keamanan sementara Putin akan mencabut tuduhan terorisme terhadapnya.

“Dengan demikian kekacauan dapat dicegah. Peristiwa berbahaya yang mungkin terjadi dibalikkan,” kata Lukashenko.

“Saya harus mengatakan bahwa menyakitkan bagi saya untuk menyaksikan perkembangan terakhir di selatan Rusia. Banyak warga kami yang juga menaruh hati pada mereka.”

Lukashenko adalah sekutu dekat Putin yang telah dituduh melakukan otoritarianisme dan pelanggaran hak asasi manusia. Namun, peran Lukashenko dalam menegosiasikan kesepakatan tersebut telah dilaporkan secara luas.

The Wall Street Journal juga melaporkan bahwa Prigozhin ingin menangkap Shoigu dan Gerasimov dan telah mengumpulkan pasukan dan perlengkapan selama berhari-hari sebelum pelaksanaan rencana tersebut.

Prigozhin selama berbulan-bulan menuduh para pemimpin militer meraba-raba upaya perang di Ukraina, menolak untuk memasok peralatan yang diperlukan dan korupsi.

Prigozhin terpaksa buru-buru memajukan rencananya pada hari Jumat setelah badan intelijen domestik Rusia, Dinas Keamanan Federal (FSB), membuka kasus pidana terhadapnya karena menghasut pemberontakan bersenjata. Pemimpin tentara bayaran merebut sebuah kota di Rusia selatan sebelum pindah ke Moskow pada hari Sabtu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
Mengapa Kakbah Menjadi...
Mengapa Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam? Ini Makna Filosofisnya
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Berita Terkini
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Infografis
Rusia: 10 WNI Jadi Tentara...
Rusia: 10 WNI Jadi Tentara Bayaran Bela Ukraina, 4 Tewas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved