Menguak Habis Tentara Bayaran Wagner: Sejarah, Donatur, Sepak Terjang hingga Deretan Musuhnya

Kamis, 29 Juni 2023 - 15:45 WIB
loading...
A A A
Iklan pekerjaan untuk grup tentara bayaran mengumpulkan hampir 120.000 penayangan di Twitter dan Facebook selama periode 10 bulan.

Beberapa angkatan bersenjata asing, seperti tentara Nepal yang bertugas di India, dilaporkan telah bergabung dengan tentara bayaran pimpinan Prigozhin.

Wagner sekarang diperkirakan oleh Kementerian Pertahanan Inggris memiliki sebanyak 50.000 tentara secara keseluruhan.


5. Apakah Wagner Group Legal di Rusia?


Pendirian perusahaan militer swasta adalah ilegal menurut konstitusi Rusia, yang menyatakan bahwa tanggung jawab keamanan dan pertahanan semata-mata berada di tangan negara.

Undang-Undang Pidana Rusia melarang warga negara untuk melayani sebagai tentara bayaran, tetapi perusahaan yang dikelola negara diizinkan untuk memiliki pasukan keamanan bersenjata swasta. Celah semacam itu dalam hukum Rusia memungkinkan Wagner Group beroperasi di zona abu-abu semi-legal.

Wagner telah bekerja di Afrika, misalnya, memberikan dukungan dan keamanan untuk perusahaan pertambangan Rusia dan klien lainnya. Rusia telah dituduh menggunakan kelompok itu sebagai alat untuk menguasai sumber daya alam di Afrika, serta untuk mempengaruhi politik dan konflik di negara-negara asing termasuk Libya, Sudan, Mali dan Madagaskar.

Tentara Wagner Group juga hadir di Suriah, bekerja untuk mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad.


6. Pembeda Wagner Group dan Tentara SWasta Lainnya


Rusia bukan satu-satunya negara yang memiliki perusahaan militer swasta. Banyak negara lain, termasuk Amerika Serikat, Afrika Selatan, Irak, dan Kolombia, memiliki perusahaan militer swasta yang beroperasi di dalam dan di luar perbatasan mereka sendiri.

Banyak kelompok semacam itu beroperasi dengan profil rendah. Pengadilan Kriminal Internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah membunyikan alarm tentang berapa banyak tentara bayaran dan perusahaan militer dan keamanan swasta yang terlibat dalam konflik bersenjata saat ini.

Wagner menonjol karena hubungannya yang erat dengan pemerintah Rusia serta jangkauan aktivitasnya yang luas. Sementara banyak kontraktor swasta berfokus pada penyediaan layanan keamanan, Wagner telah terlibat dalam berbagai tugas dalam konflik dan perang saudara.

Tentara bayaran Wagner yang diduga menganut ideologi sayap kanan juga telah membawa keburukan bagi kelompok tersebut. Dmitry Utkin, pendiri grup tersebut, memiliki hubungan dekat dengan organisasi ultranasionalis supremasi kulit putih yang dikenal sebagai Night Wolves, sebuah klub sepeda motor yang ditandai oleh AS, Inggris, dan Uni Eropa.

Night Wolves juga dianggap diam-diam didukung oleh pemerintah Rusia, dan media sosial penuh dengan gambar anggota Wagner yang mempromosikan merek retorika sayap kanan Night Wolves.

Grup Wagner juga menjadi terkenal karena kebrutalannya. Anggota telah terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang.

Ini termasuk pembunuhan Yevgeny Nuzhin, mantan terpidana pembunuhan yang telah bergabung dengan kelompok itu sebagai tentara bayaran. Setelah menyerah ke Ukraina, Nuzhin memberikan serangkaian wawancara, mengkritik kepemimpinan Rusia dan mengungkap kondisi mengerikan di garis depan yang membuatnya membelot.

Setelah ditukar sebagai tawanan perang, muncul video mengerikan di layanan messenger Telegram yang memperlihatkan Nuzhin dieksekusi dengan palu godam. Palu godam adalah simbol populer dari Wagner Group.


7. Struktur Kepemimpinan Wagner Group

-Pendiri: Dmitry Utkin alis Wagner dan Yevgeny Prigozhin
-Pemimpin: Yevgeny Prigozhin, Letnan Kolonel Dmitry Utkin, Kolonel Konstantin Pikalov,
-Kolonel Andrei Troshev, Kolonel Jenderal Mikhail Mizintsev
-Tanggal Beroperasi: 2014–sekarang
-Kantor Pusat: PMC Wagner Center, Saint Petersburg, Rusia
-Slogan: "Darah, Kehormatan, Tanah Air, Keberanian"
-Jumlah Pasukan: 50.000 lebih (Desember 2022), 8.000 (April 2022), 6.000 (Desember 2017),
1.000 (Maret 2016), 250 (2014).


8. Sekutu Wagner Group


-Angkatan Bersenjata Rusia (meski bos kedua pihak sekarang berselisih)
-Pasukan separatis Ukraina pro-Rusia di Donbas
-Angkatan Bersenjata Suriah
-Pasukan Mobilisasi Populer
-Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran (meski saat pemberontakan Wagner, IRGC memihak militer Rusia)
-FACA
-Tentara Nasional Libya
-Pasukan Dukungan Cepat (RSF) Sudan
-FADM
-FAMa


9. Musuh-musuh Wagner


-Angkatan Bersenjata Ukraina
-ISIS
-Front Al-Nusra (2014–2017)
-Tahrir al-Sham
-Tentara Nasional Suriah (SNA)
-Tentara Pembebasan Suriah (FSA)
-Pasukan Demokrat Suriah (SDF)
-Koalisi Patriot untuk Perubahan
-Tentara Libya
-Ansar al-Sunnah
-Nusrat al-Islam
-Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (Pertempuran Khasham)
-Korps Relawan Rusia
-Kebebasan Legiun Rusia
-Organisasi untuk Memerangi Anarko-Komunis


10. Sepak Terjang Wagner


-Krisis Crimea
-Perang di Donbas (Penembakan Pesawat Il-76 Tahun 2014 dan Pertempuran Debaltseve)
-Perang Sipil Suriah (Serangan Latakia 2015–2016, Serangan Aleppo Utara, Serangan Palmyra Maret 2016, Serangan Palmyra 2017, Kampanye Suriah Tengah, Serangan Hama, Serangan Deir ez-Zor, Kampanye Suriah Barat Laut, Pertempuran Khasham, Serangan Rif Dimashq, Operasi Fajar Idlib)
-Perang Saudara Sudan Selatan (pelatihan militer dan keamanan)
-Perang Saudara CAR (Pembantaian Bongboto, Pembantaian Aïgbado, dan Serangan Maret 2022)
-Perang Saudara Libya Kedua (Kampanye Libya Barat)
-Revolusi Sudan
-Krisis kepresidenan Venezuela (pelatihan militer dan keamanan)
-Pemberontakan di Cabo Delgado
-Perang Mali (Pembantaian Moura)
-Invasi Rusia ke Ukraina (Pertempuran Donbas 2022, Pertempuran Popasna, Pertempuran Sievierodonetsk, Pertempuran Lysychansk, Pertempuran Bakhmut-Soledar)
-Pemberontakan terhadap Militer Rusia 24 Juni 2023


11. Negara yang Labeli Wagner sebagai Kelompok Teroris

-Estonia
-Lithuania
-Ukraina
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
AS-Iran Saling Serang,...
AS-Iran Saling Serang, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Infografis
Kehadiran Tentara NATO...
Kehadiran Tentara NATO di Ukraina Berarti Perang Habis-habisan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved