Menguak Habis Tentara Bayaran Wagner: Sejarah, Donatur, Sepak Terjang hingga Deretan Musuhnya

Kamis, 29 Juni 2023 - 15:45 WIB
loading...
A A A
Selain Utkin, nama Yevgeney Prigozhin juga dikenal sebagai pendiri kelompok ini. Priogozin memiliki catatan kriminal di masa lalu sebagai perampok di Rusia.

Hingga antara 2008-2013, Utkin berpangkat letnan kolonel dan menjabat sebagai komandan brigade unit Spetsnaz GRU.

Setelah meninggalkan militer, pada 2013 Utkin mulai bekerja untuk Moran Security Group, sebuah perusahaan swasta yang didirikan oleh veteran militer Rusia, yang terlibat dalam misi keamanan dan pelatihan di seluruh dunia, dan berspesialisasi dalam keamanan terhadap pembajakan.

Pada tahun yang sama, manajer senior Moran Security Group terlibat dalam pendirian Slavonic Corps yang bermarkas di Hong Kong, yang merekrut para kontraktor untuk melindungi ladang minyak dan saluran pipa di Suriah selama perang sipilnya. Utkin dikerahkan di Suriah sebagai anggota Korps Slavonik, di mana dia selamat dari misinya yang membawa malapetaka.

Baca Juga: Misteri Menghilangnya Panglima Militer dan Jenderal Armageddon Rusia usai Kudeta Wagner

Selanjutnya, Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia menangkap beberapa anggota Slavonic Corps atas aktivitas tentara bayaran ilegal pada November 2013.


3. Donatur Wagner Group


Wagner diketahui sebagai perusahaan militer swasta yang dimiliki oligarki yang terkait dengan Kremlin, Yevgeny Prigozhin.

Menurut Departemen Keuangan Amerika Serikat, Prigozhin menggunakan tentara bayaran Wagner, bersama dengan bisnis multinasional lainnya, untuk mengoperasikan organisasi kriminal transnasional.

Dia dituduh menerima konsesi energi dan bahan baku berharga sebagai imbalan atas dukungan militer di Suriah dan Republik Afrika Tengah (CAR).

Sebuah laporan oleh surat kabar Inggris, Financial Times memperkirakan bahwa antara 2018 dan 2021, pendapatan dari kepemilikan sumber daya alam Wagner mencapai sekitar USD250 juta.

Selain didanai oleh bisnis di luar negeri, Wagner juga didanai hingga USD1 miliar oleh negara Rusia dalam perang di Ukraina. Setidaknya itu diakui secara resmi oleh Presiden Vladimir Putin.


4. Personel yang Tergabung dalam Wagner Group


Wagner sudah ada jauh sebelum perang di Ukraina pecah dan terdiri dari beberapa ribu tentara bayaran. Sebagian besar diyakini sebagai mantan tentara elite yang sangat terlatih. Tetapi ketika kerugian Rusia dalam perang Ukraina mulai meningkat, Prigozhin mulai memperluas kelompoknya, merekrut tahanan dan warga sipil Rusia, serta orang asing.

Dalam sebuah video yang beredar online dari September 2022, Prigozhin terlihat di halaman penjara Rusia berbicara kepada sekelompok narapidana, berjanji bahwa jika mereka bertugas di Ukraina selama enam bulan, hukuman mereka akan diringankan.

Upaya perekrutan Grup Wagner telah meluas jauh melampaui Rusia, dengan penelitian mengungkapkan informasi perekrutan dalam 16 bahasa, termasuk Prancis, Spanyol, Vietnam, dan Polandia, dibagikan di platform media sosial.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Logical, sebuah kelompok penelitian berbasis di Inggris yang berfokus pada disinformasi, kelompok tentara bayaran tersebut telah memanfaatkan Twitter, Facebook, dan platform lain untuk menarik anggota baru secara global. Beberapa postingan menjanjikan penghasilan hingga 240.000 rubel Rusia per bulan (USD2.945) dan kemungkinan bonus tambahan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
Berita Terkini
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Infografis
Rusia: 10 WNI Jadi Tentara...
Rusia: 10 WNI Jadi Tentara Bayaran Bela Ukraina, 4 Tewas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved