7 Fakta Kota Paris yang Diserbu Jutaan Tikus
Senin, 19 Juni 2023 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
Proyek Armageddon merupakan misi membantu kota Paris mengelola populasi tikusnya. Selain itu, proyek tersebut juga memerangi prasangka terhadap tikus untuk membantu warga Paris hidup lebih baik bersama mereka.
Proyek ini dibiayai oleh pemerintah Prancis, meskipun kota Paris adalah mitra dalam proyek tersebut. Kebijakan anti-tikus sudah dilakukan sejak 2017 termasuk berinvestasi dalam ribuan tong sampah baru untuk membuat tikus kembali ke bawah tanah.
Tetapi tikus yang sama itu adalah anugerah selama Pengepungan Paris tahun 1870-1871. Saat itu, tikus menjadi makanan pokok bagi warga Paris yang kelaparan.
Menurut sebuah studi tahun 2020 oleh French Institute of Public Opinion, sebanyak 61% penduduk Paris lebih memilih metode tidak mematikan seperti kontrasepsi untuk mengendalikan populasi tikus ibu kota Prancis.
“Penduduk yang lebih muda khususnya memiliki sikap yang lebih ramah terhadap hewan pengerat yang dibenci,” kata Amandine Sanvisens, salah satu pendiri Paris Animaux Zoopolis.
“Pergeseran paradigma itu kemungkinan besar datang dari penggemar film animasi Disney 2007 Ratatouille, di mana seekor tikus Prancis bernama Remy berteman dengan seorang koki manusia dan menunjukkan kehebatan kuliner,” kata Sanvisens kepada Le Figaro. “Kita harus belajar hidup bersama dengan mereka tanpa pernyataan perang.”
Baca Juga: Arsitektur Masjid Perancis, Meriem Chabani: Gagal Mencerminkan Keragaman
![7 Fakta Kota Paris yang Diserbu Jutaan Tikus]()
Foto/Reuters
Meskipun populasi enam juta tikus di kota itu tetap relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir, serangan sampah pada musim semi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa hewan pengerat itu akan menjadi berani dan mengklaim dominasi yang lebih besar atas ibu kota Prancis.
Proyek ini dibiayai oleh pemerintah Prancis, meskipun kota Paris adalah mitra dalam proyek tersebut. Kebijakan anti-tikus sudah dilakukan sejak 2017 termasuk berinvestasi dalam ribuan tong sampah baru untuk membuat tikus kembali ke bawah tanah.
3. Sejarah Buruk Tikus di Paris
Hewan pengerat bertanggung jawab atas perkembangbiakan wabah pes yang memusnahkan hampir setengah populasi kota pada abad ke-14.Tetapi tikus yang sama itu adalah anugerah selama Pengepungan Paris tahun 1870-1871. Saat itu, tikus menjadi makanan pokok bagi warga Paris yang kelaparan.
Menurut sebuah studi tahun 2020 oleh French Institute of Public Opinion, sebanyak 61% penduduk Paris lebih memilih metode tidak mematikan seperti kontrasepsi untuk mengendalikan populasi tikus ibu kota Prancis.
“Penduduk yang lebih muda khususnya memiliki sikap yang lebih ramah terhadap hewan pengerat yang dibenci,” kata Amandine Sanvisens, salah satu pendiri Paris Animaux Zoopolis.
“Pergeseran paradigma itu kemungkinan besar datang dari penggemar film animasi Disney 2007 Ratatouille, di mana seekor tikus Prancis bernama Remy berteman dengan seorang koki manusia dan menunjukkan kehebatan kuliner,” kata Sanvisens kepada Le Figaro. “Kita harus belajar hidup bersama dengan mereka tanpa pernyataan perang.”
Baca Juga: Arsitektur Masjid Perancis, Meriem Chabani: Gagal Mencerminkan Keragaman
4. 6 Juta Tikus Kepung Paris

Foto/Reuters
Meskipun populasi enam juta tikus di kota itu tetap relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir, serangan sampah pada musim semi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa hewan pengerat itu akan menjadi berani dan mengklaim dominasi yang lebih besar atas ibu kota Prancis.
Lihat Juga :