6 Fakta Mengerikan tentang Penembakan Massal di Amerika Serikat

Senin, 19 Juni 2023 - 09:05 WIB
loading...
6 Fakta Mengerikan tentang...
Kepemilikan senjata yang tidak ketat menjadi pemicu banyak kasus pembunuhan massal di AS. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Penembakan terjadi setiap hari di Amerika Serikat (AS). Tak ada langkah pemerintah untuk menghentikan tren penembakan yang terus meningkat. Itu mengidentikkan AS dengan kekerasan bersenjata.

Pada Minggu (18/6/2023) saja terjadi 2 kali penembakan. Sebanyak puluhan orang tertembak, 3 orang meninggal dunia. Salah satu penembakan terjadi di Chicago, Illinois di mana satu orang meninggal, dan di Seattle, Washington, di mana dua orang meninggal dunia.

Apalagi, sata menunjukkan kepemilikan senjata di AS telah berkembang selama beberapa tahun terakhir. Kekerasan senjata adalah perlengkapan dalam kehidupan rakyat AS, sebenarnya sangat politis, mengadu domba pendukung kontrol senjata terhadap orang-orang yang sangat melindungi hak mereka untuk membawa senjata.

Berikut adalah 6 fakta tentang meningkatnya penembakan massal di AS.

1. Penembakan Massal Meningkat

6 Fakta Mengerikan tentang Penembakan Massal di Amerika Serikat

Foto/Reuters

Ada lebih dari 200 penembakan massal di seluruh AS sepanjang tahun ini. Penembakan massal merupakan insiden di mana empat orang atau lebih terluka atau terbunuh. Angka mereka termasuk penembakan yang terjadi di rumah dan di tempat umum.

Dalam tiga tahun terakhir, terjadi lebih dari 600 penembakan massal, rata-rata hampir dua kali sehari. Itu sungguh mengerikan.

Melansir BBC, serangan paling mematikan, di Las Vegas pada 2017, menewaskan lebih dari 50 orang dan menyebabkan 500 orang terluka. Namun, sebagian besar penembakan massal menyebabkan kurang dari 10 orang tewas.

Baca Juga:Biden Sebut Penembakan Massal Terjadi Setiap Hari di AS

Baca Juga: Biden Sebut Penembakan Massal Terjadi Setiap Hari di AS

2. Hampir 50.000 Orang Meninggal karena Senjata dalam Setahun

6 Fakta Mengerikan tentang Penembakan Massal di Amerika Serikat

Foto/Reuters

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyatakan, sekitar 48.830 orang meninggal akibat cedera senjata api di AS selama 2021.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Tragis! Pesawat Bawa...
Tragis! Pesawat Bawa Penerjun Payung Jatuh, 12 Orang Tewas
Rekomendasi
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Syarat Ruben Onsu Bisa Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah
FIFA Putar Balik Aturan...
FIFA Putar Balik Aturan Aneh usai Insiden Konferensi Pers Hakimi dan Vinicius di Piala Dunia 2026
Mengapa Pemain Spanyol...
Mengapa Pemain Spanyol Tidak Menyanyikan Lagu Kebangsaan di Piala Dunia 2026?
Berita Terkini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved