Rusia Akan Gunakan Senjata Nuklir Hanya untuk Pertahanan

Jum'at, 16 Juni 2023 - 09:30 WIB
loading...
Rusia Akan Gunakan Senjata...
Rusia Akan Gunakan Senjata Nuklir Hanya untuk Pertahanan. FOTO/Reuters
A A A
MOSKOW - Penggunaan senjata nuklir Rusia dapat terjadi secara eksklusif dalam keadaan luar biasa dan hanya akan mungkin untuk tujuan pertahanan. Hal itu diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia , Maria Zakharova dalam jumpa pers di sela-sela Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, Kamis (15/6/2023).

“Kebijakan pencegahan nuklir Rusia sangat defensif. Penggunaan hipotetis senjata nuklir jelas dibatasi oleh keadaan luar biasa dalam kerangka tujuan defensif yang ketat,” kata Zakharova, seperti dikutip dari TASS. Menurut Zakharova, Moskow berkomitmen penuh pada prinsip tidak dapat diterimanya perang nuklir.

Baca juga: Kepala IAEA Sebut Situasi PLTN Zaporizhzhia Serius Tapi Stabil

"Kami secara konsisten menyerukan kepada semua pihak untuk membuat pernyataan bersama dari para pemimpin lima negara nuklir tentang pencegahan perang nuklir dan perlombaan senjata yang tidak dapat diterima untuk dipatuhi." postulat ini," Zakharova menekankan.

Pada saat yang sama, dia tidak mengesampingkan bahwa keputusan Rusia untuk menangguhkan perjanjian pengurangan senjata strategis (MULAI Baru) dapat dibatalkan.

“Dalam hal ini, ya. Hanya jika Washington menunjukkan kemauan politik dan mengerahkan upaya untuk meredakan ketegangan dan menurunkan ketegangan serta menciptakan kondisi untuk dimulainya kembali berfungsinya perjanjian secara penuh,” tambah Zakharova.

Baca juga: Rusia Ungkap Kerugian Besar Ukraina dalam Serangan Balasan

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan pada 21 Februari bahwa Moskow menangguhkan partisipasinya dalam START Baru, tetapi tidak menarik diri sama sekali. Dia menekankan bahwa sebelum dapat kembali membahas operasi lebih lanjut dari perjanjian itu.

Rusia ingin menyadari bagaimana dokumen ini akan memperhitungkan persenjataan tidak hanya Amerika Serikat, tetapi juga kekuatan nuklir NATO lainnya - Inggris dan Prancis. Pada 1 Maret, Putin menandatangani undang-undang yang menangguhkan partisipasi Rusia di START Baru.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Telepon dari Customer...
Telepon dari Customer Bikin Syok! Siapa Sosok yang Sebenarnya Dibonceng Ojol Ini?
Guru Bisa Dapat Bantuan...
Guru Bisa Dapat Bantuan Pendidikan S1/D4, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa FEB UNIS Tangerang dengan Edukasi Investasi Syariah dan Pelindungan Konsumen
Berita Terkini
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved