Mohammed Jadi Nama Pertama Paling Populer di Dunia

Kamis, 15 Juni 2023 - 21:14 WIB
loading...
Mohammed Jadi Nama Pertama...
Deretan bayi yang baru lahir di rumah sakit. Foto/REUTERS
A A A
BERLIN - Nama Mohammed menjadi nama pertama paling populer di dunia menurut Global Index. Mohammed tak hanya populer di negara-negara Muslim tapi juga di Eropa yang mayoritas non-Muslim.

Nama Mohammed dalam data itu digunakan oleh 133.349.300 orang. Nama lain yang menempati peringkat kedua di dunia adalah Maria dengan 61.134.526 orang.



Peringkat ketiga ditempati Nushi (55.898.624). Keempat Jose (29.946.427), Kelima Wei (17.145.807), Keenam Ahmed (14.916.476), Ketujuh Yan (14.793.356), Kedelapan Ali (14.763.733), Kesembilan John (14.323.797), Kesepuluh David (13.429.576).

Nama selanjutnya yang populer di dunia adalah Li (13.166.162), Abdul (12.163.978), Ana (12.091.132), Ying (12,047,080), dan Michael (11.471.765).

Tak hanya itu, Mohammed menduduki peringkat sebagai nama paling populer untuk bayi laki-laki di Berlin, Jerman, pada tahun 2022, menurut laporan outlet berita Jerman Tagesspiegel.

Nama tersebut telah melampaui Noah, yang merupakan pilihan teratas untuk orang tua di tahun sebelumnya, dan Adam yang menempati posisi ketiga di peringkat terbaru. Sophia adalah nama bayi perempuan paling populer, diikuti oleh Emilia dan Emma.

Outlet media Jerman menyoroti Mohammed adalah nama anak laki-laki paling populer di Berlin pada tahun 2018, 2019, dan 2020, hanya turun ke posisi ketiga pada tahun 2021.

Laporan ini didasarkan pada data yang dikumpulkan Society for the German Language (GfdS), asosiasi untuk mempopulerkan dan meneliti bahasa Jerman.

Asosiasi menyusun daftar nama dari lebih dari 750 kantor pendaftaran di seluruh negeri, yang mengirimkan hampir satu juta entri nama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Koalisi Militer Islam...
Koalisi Militer Islam Gandeng PBB Latih Palestina dan Chad Perangi Pendanaan Terorisme
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Serius Ingin Tangkap Netanyahu, Singgung Surat Perintah ICC
Rekomendasi
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
Berita Terkini
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved