5 Fakta Kenaikan Populasi Dunia di saat Resesi Seks Terus Menguat
Rabu, 14 Juni 2023 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Kelompok 47 negara kurang berkembang terus memiliki tingkat fertilitas yang relatif tinggi, yaitu mencapai 4,3 kelahiran per perempuan pada 2010-2015. Akibatnya, populasi negara-negara ini tumbuh pesat, sekitar 2,4% per tahun.
Meskipun tingkat peningkatan ini diperkirakan akan melambat secara signifikan selama beberapa dekade mendatang, populasi gabungan negara berkembang, kira-kira diproyeksikan mencapai 1,9 miliar orang pada 2050.
Konsentrasi pertumbuhan populasi global di negara-negara termiskin menghadirkan tantangan besar bagi pemerintah dalam mengimplementasikan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030. Mereka berupaya mengakhiri kemiskinan dan kelaparan, memperluas dan memperbarui sistem kesehatan dan pendidikan, mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, mengurangi ketidaksetaraan dan pastikan tidak ada yang tertinggal.
![5 Fakta Kenaikan Populasi Dunia di saat Resesi Seks Terus Menguat]()
Foto/Reuters
Dalam beberapa tahun terakhir, kesuburan telah menurun di hampir semua wilayah di dunia. Namun di Afrika, di mana tingkat kesuburan tertinggi dibandingkan wilayah mana pun.
Semakin banyak negara sekarang memiliki tingkat kesuburan di bawah tingkat yang diperlukan untuk penggantian generasi berikutnya (kira-kira 2,1 kelahiran per wanita), dan beberapa telah berada dalam situasi tersebut selama beberapa dekade.
Kesuburan yang lebih rendah juga menyebabkan populasi yang menua. Penurunan tingkat kesuburan tidak hanya menghasilkan laju pertumbuhan penduduk yang lebih lambat tetapi juga pada populasi yang lebih tua.
Jumlah orang berusia 60 tahun ke atas diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2050 dan lebih dari tiga kali lipat pada tahun 2100. Para warga senior akan meningkat 2,1 miliar pada tahun 2050 dan 3,1 miliar pada tahun 2100.
Meskipun tingkat peningkatan ini diperkirakan akan melambat secara signifikan selama beberapa dekade mendatang, populasi gabungan negara berkembang, kira-kira diproyeksikan mencapai 1,9 miliar orang pada 2050.
Konsentrasi pertumbuhan populasi global di negara-negara termiskin menghadirkan tantangan besar bagi pemerintah dalam mengimplementasikan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030. Mereka berupaya mengakhiri kemiskinan dan kelaparan, memperluas dan memperbarui sistem kesehatan dan pendidikan, mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, mengurangi ketidaksetaraan dan pastikan tidak ada yang tertinggal.
3. Tingkat Kesuburan Tak Berpengaruh

Foto/Reuters
Dalam beberapa tahun terakhir, kesuburan telah menurun di hampir semua wilayah di dunia. Namun di Afrika, di mana tingkat kesuburan tertinggi dibandingkan wilayah mana pun.
Semakin banyak negara sekarang memiliki tingkat kesuburan di bawah tingkat yang diperlukan untuk penggantian generasi berikutnya (kira-kira 2,1 kelahiran per wanita), dan beberapa telah berada dalam situasi tersebut selama beberapa dekade.
Kesuburan yang lebih rendah juga menyebabkan populasi yang menua. Penurunan tingkat kesuburan tidak hanya menghasilkan laju pertumbuhan penduduk yang lebih lambat tetapi juga pada populasi yang lebih tua.
Jumlah orang berusia 60 tahun ke atas diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2050 dan lebih dari tiga kali lipat pada tahun 2100. Para warga senior akan meningkat 2,1 miliar pada tahun 2050 dan 3,1 miliar pada tahun 2100.
Lihat Juga :