Plutonium dari Tes Senjata Nuklir AS Cemari Laut China Selatan

Rabu, 14 Juni 2023 - 08:21 WIB
loading...
A A A
AS mulai menggunakan beberapa pulau Pasifik terpencil untuk menguji senjata nuklir pada periode segera setelah Perang Dunia II, yang terpaksa diakhiri oleh penggunaan bom nuklir oleh Washington untuk menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang pada Agustus 1945.

Antara tahun 1946 dan 1958, AS meledakkan 67 perangkat nuklir di Kepulauan Marshall, yang menghasilkan total ledakan setara dengan kira-kira 210 megaton TNT, atau rata-rata dua bom seukuran Hiroshima setiap dua hari.

Tes itu termasuk ledakan di bawah air, permukaan, dan atmosfer atas, menguji kelayakan perangkat sebagai senjata anti-angkatan laut, anti-permukaan, dan bahkan anti-satelit.

Tes tersebut menyelimuti area tersebut dengan bahan radioaktif dalam jumlah besar, membuat banyak pulau tidak dapat dihuni dan membawa partikel penyebab kanker ke banyak penduduk pulau yang tidak diungsikan sebelum pengujian.

Selain plutonium, tes senjata nuklir juga mencemari daerah itu dengan cesium, strontium, dan bahan radioaktif lainnya.

Castle Bravo, bom termonuklir pertama AS, diledakkan pada tahun 1954 di Bikini Atoll, jauh lebih besar dari yang diperkirakan para ilmuwan dan memuntahkan debu radioaktif dalam jumlah besar ke atmosfer, yang jatuh melintasi wilayah laut yang luas yang mencakup beberapa pulau berpenghuni.

Debu radioaktif itu mengenai satu kapal nelayan Jepang, Daigo Fukuryu Maru, membuat 23 awak kapal mengalami keracunan radiasi akut dan membunuh salah satu dari mereka.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Eksplorasi Menyeluruh...
Eksplorasi Menyeluruh Thailand: Keseruan Berwisata di Bangkok dan Pattaya
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved