Plutonium dari Tes Senjata Nuklir AS Cemari Laut China Selatan
Rabu, 14 Juni 2023 - 08:21 WIB
loading...
A
A
A
Menurut para ilmuwan, sedimen radioaktif dibawa ke arah barat oleh North Pacific Gyre, arus laut ovular yang berputar searah jarum jam.
Arus datang ke barat melalui Kepulauan Marshall, Mikronesia, dan Kepulauan Caroline sebelum menghantam Filipina dan Taiwan, berayun ke utara, lalu berbelok ke timur di sepanjang pantai selatan Jepang.
Di pantai California, berbelok ke selatan sampai dipaksa ke barat lagi oleh arus lain di sepanjang pantai Meksiko.
Sedimen akan melewati arus ini, memasuki Laut China Selatan melalui Selat Luzon yang memisahkan Luzon dari Taiwan.
Meskipun jalur arus air itu dekat dengan negara adidaya bersenjata nuklir lainnya, China, bahan radioaktif tidak mungkin berasal dari senjata nuklir China.
Antara tahun 1964 dan 1996, China melakukan 47 uji coba nuklirnya sendiri, semuanya di Lop Nur, satu fasilitas di hamparan garam yang luas di tenggara Xinjiang, hampir 1.500 mil ke daratan.
Tim peneliti khususnya menggunakan sedimen yang dikumpulkan dari Nansha, atau Kepulauan Spratly, tetapi juga melihat penelitian sebelumnya dari bagian lain Laut China Selatan.
Peneliti menemukan senjata nuklir AS menghasilkan 7,15% dan 15,89% plutonium di Nansha dan 87% dari keseluruhan polusi plutonium di bagian utara Laut China Selatan yang dekat dengan Selat Luzon. Namun, jumlah polusi di laut sangat bervariasi.
Arus datang ke barat melalui Kepulauan Marshall, Mikronesia, dan Kepulauan Caroline sebelum menghantam Filipina dan Taiwan, berayun ke utara, lalu berbelok ke timur di sepanjang pantai selatan Jepang.
Di pantai California, berbelok ke selatan sampai dipaksa ke barat lagi oleh arus lain di sepanjang pantai Meksiko.
Sedimen akan melewati arus ini, memasuki Laut China Selatan melalui Selat Luzon yang memisahkan Luzon dari Taiwan.
Meskipun jalur arus air itu dekat dengan negara adidaya bersenjata nuklir lainnya, China, bahan radioaktif tidak mungkin berasal dari senjata nuklir China.
Antara tahun 1964 dan 1996, China melakukan 47 uji coba nuklirnya sendiri, semuanya di Lop Nur, satu fasilitas di hamparan garam yang luas di tenggara Xinjiang, hampir 1.500 mil ke daratan.
Tim peneliti khususnya menggunakan sedimen yang dikumpulkan dari Nansha, atau Kepulauan Spratly, tetapi juga melihat penelitian sebelumnya dari bagian lain Laut China Selatan.
Peneliti menemukan senjata nuklir AS menghasilkan 7,15% dan 15,89% plutonium di Nansha dan 87% dari keseluruhan polusi plutonium di bagian utara Laut China Selatan yang dekat dengan Selat Luzon. Namun, jumlah polusi di laut sangat bervariasi.
Lihat Juga :