6 Fakta Terkait Kuba, Negara yang Diduga Menjadi Tempat China Memata-matai AS

Senin, 12 Juni 2023 - 19:11 WIB
loading...
A A A

2. Pernah Dikuasai oleh Amerika Serikat


Setelah kalah perang dari Amerika Serikat, Spanyol melepaskan kedaulatan atas Kuba. Tercatat, pasukan AS menduduki Kuba hingga tahun 2002.

Mengutip Office of the Historian, setelahnya pemerintah AS mengizinkan Kuba mengambil alih negaranya dengan membentuk pemerintah baru.

Namun, sebagai syarat kemerdekaan, Amerika memaksa Kuba memberikan hak berkelanjutan untuk campur tangan sesuai dengan Platt Amandement.

Pada keberlanjutannya, amandemen tersebut dicabut pada tahun 1934 ketika Amerika Serikat dan Kuba menandatangani Perjanjian Hubungan. Hubungan AS-Kuba banyak membangun kerja sama selama pemerintahan Fulgencio Batista selama tahun 1950-an.

Namun, menyusul revolusi tahun 1959 dan kemunculan Fidel Castro ke tampuk kekuasaan, hubungan keduanya memburuk.

Kontroversi Castro yang tidak bisa diterima adalah peningkatan kerjasama dengan Uni Soviet. Hal ini membuat Amerika Serikat memutuskan hubungan diplomatik dengan Kuba pada Januari 1961.

Setelah sekian lama, hubungannya kembali bersatu pada 20 Juli 2015. Saat itu, Presiden Barack Obama (AS) dan Presiden Raul Castro (Kuba) menyetujui kembalinya hubungan diplomatik antar kedua negara.

3. Fidel Castro Pemimpin Terlama Kuba


Berbicara tentang Kuba, sebagian mungkin tampak familiar dengan sosok Fidel Castro. Selain dikenal sebagai revolusioner, dia pernah memimpin Kuba selama puluhan tahun dan menjadikannya sebagai salah satu pemimpin terlama di dunia.

Tercatat, Fidel Castro memimpin Kuba sejak 1959 hingga tahun 2008. Sebelum menyerahkan kekuasaannya pada 2008, dia sempat memberikannya sementara pada saudaranya di tahun 2006 karena sedang menjalani proses pemulihan akibat operasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Piala Dunia 2026 Masuk...
Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Berita Terkini
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved