Sudan Nyatakan Utusan PBB sebagai Persona Non Grata
Jum'at, 09 Juni 2023 - 19:04 WIB
loading...
Sudan menyatakan utusan PBB untuk negara itu, Volker Perthes, sebagai persona non grata. Foto/CNN
A
A
A
KHARTOUM - Pihak berwenang Sudan , yang tengah dilanda perang, menyatakan kepala misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di negara itu, Volker Perthes, "persona non grata." Penetapan itu dilakukan dua minggu setelah panglima militer Sudan menuduhnya mengobarkan konflik dan menyerukan pemecatannya.
"Pemerintah Republik Sudan telah memberi tahu Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa pihaknya telah menyatakan Mr Volker Perthes ... persona non grata mulai hari ini," kata Kementerian Luar Negeri Sudan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis waktu setempat seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (9/6/2023).
Sumber di kementerian mengatakan kepada Al Jazeera bahwa misi itu sendiri akan diizinkan untuk melanjutkan pekerjaannya.
“Beberapa staf mereka (berada) di kota pelabuhan Port Sudan, tempat sebagian besar misi (diplomatik) dievakuasi setelah pertempuran yang pecah pada pertengahan April antara Pasukan Pendukung Cepat (RSF, kelompok paramiliter) dan tentara Sudan,” kata Hiba Morgan dari Al Jazeera, melaporkan dari Omdurman, sebuah kota di seberang Sungai Nil dari ibu kota, Khartoum.
Perthes sendiri berada di Ibu Kota Ethiopia, Addis Ababa, pada hari Kamis untuk serangkaian pembicaraan diplomatik, menurut umpan Twitter misi PBB.
Baca Juga: Pertempuran Kian Sengit, Penduduk Khartoum Terjebak di Tengah Baku Tembak
Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan akhir bulan lalu bahwa dia “terkejut” dengan surat dari panglima militer Sudan Abdel Fattah al-Burhan yang menyalahkan Perthes karena memperburuk pertempuran antara tentara dan RSF, yang dipimpin oleh komandan Mohamed Hamdan “Hemedti” Dagalo.
"Pemerintah Republik Sudan telah memberi tahu Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa pihaknya telah menyatakan Mr Volker Perthes ... persona non grata mulai hari ini," kata Kementerian Luar Negeri Sudan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis waktu setempat seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (9/6/2023).
Sumber di kementerian mengatakan kepada Al Jazeera bahwa misi itu sendiri akan diizinkan untuk melanjutkan pekerjaannya.
“Beberapa staf mereka (berada) di kota pelabuhan Port Sudan, tempat sebagian besar misi (diplomatik) dievakuasi setelah pertempuran yang pecah pada pertengahan April antara Pasukan Pendukung Cepat (RSF, kelompok paramiliter) dan tentara Sudan,” kata Hiba Morgan dari Al Jazeera, melaporkan dari Omdurman, sebuah kota di seberang Sungai Nil dari ibu kota, Khartoum.
Perthes sendiri berada di Ibu Kota Ethiopia, Addis Ababa, pada hari Kamis untuk serangkaian pembicaraan diplomatik, menurut umpan Twitter misi PBB.
Baca Juga: Pertempuran Kian Sengit, Penduduk Khartoum Terjebak di Tengah Baku Tembak
Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan akhir bulan lalu bahwa dia “terkejut” dengan surat dari panglima militer Sudan Abdel Fattah al-Burhan yang menyalahkan Perthes karena memperburuk pertempuran antara tentara dan RSF, yang dipimpin oleh komandan Mohamed Hamdan “Hemedti” Dagalo.
Lihat Juga :