Berseteru Soal Minyak, MBS Ancam Hancurkan Ekonomi AS

Jum'at, 09 Juni 2023 - 18:41 WIB
loading...
Berseteru Soal Minyak,...
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman. Foto/Financial Times
A A A
WASHINGTON - Putra Mahkota Arab Saudi , Mohammed bin Salman , secara pribadi mengancam akan merusak ekonomi Amerika Serikat (AS). Itu dilakukannya setelah Presiden Joe Biden memperingatkan Monarki di Teluk Arab itu tentang "konsekuensi" karena menyetujui pengurangan produksi minyak dengan Rusia.

Begitu laporan media yang berbasis di AS, Washington Post, mengutip materi yang bocor.

Pemerintahan Biden mengatakan akan mengevaluasi kembali hubungan dengan kerajaan Teluk itu menyusul keputusan Riyadh untuk memangkas produksi minyak mentah yang bertentangan dengan keinginan AS.

Putra Mahkota yang akrab disapa MBS itu memperingatkan bahwa dia tidak akan berurusan lagi dengan pemerintah AS jika Biden menghukum Arab Saudi.

Baca Juga: Arab Saudi Akan Terus Cegah Kebangkitan ISIS dan Memerangi Terorisme

"Dia juga menjanjikan konsekuensi ekonomi utama bagi Washington," lapor Washington Post yang dikutip dari Russia Today, Jumat (9/6/2023).

Ancaman itu terkandung dalam dokumen rahasia yang bocor di server Discord, tetapi tidak jelas apakah pernyataan itu merupakan bagian dari komunikasi yang disadap atau pesan yang dikirim secara pribadi ke AS.

Biden memperjelas ketidakpuasannya dengan Riyadh pada Oktober lalu setelah kelompok produsen minyak utama, OPEC+, termasuk Rusia setuju untuk memangkas produksi sebesar dua juta barel per hari. Washington bekerja untuk menghukum Moskow dengan sanksi atas perdagangan minyaknya terkait konflik di Ukraina.

"Akan ada beberapa konsekuensi atas apa yang telah mereka lakukan dengan Rusia," kata presiden AS dalam sebuah wawancara dengan CNN pada saat itu, tanpa merinci kemungkinan tindakan apa pun.

Baca Juga: AS Bertekad Wujudkan Normalisasi Hubungan Arab Saudi-Israel

Di jalur kampanye sebelum pemilihannya, Biden bersumpah untuk menjadikan Arab Saudi sebagai "pariah" atas dugaan peran Putra Mahkota dalam pembunuhan kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi tahun 2018, yang dituduhkan Riyadh pada agen nakal.

Ancaman ini tidak pernah terwujud, dengan orang dalam Gedung Putih mengindikasikan bahwa pemerintahan Biden telah memilih untuk tidak membahayakan hubungan bilateral. Di bawah pengaturan selama beberapa dekade, AS memberikan keamanan ke Arab Saudi, dan sebagai gantinya mempertahankan akses ke minyaknya, yang diperdagangkan kerajaan untuk dolar, menopangnya sebagai mata uang global.

Sejumlah pejabat tinggi AS baru-baru ini melakukan perjalanan ke Arab Saudi, termasuk Menteri Luar Negeri Antony Blinken. Hubungan ini kontras dengan chemistry pribadi yang dilaporkan buruk antara Biden dan MBS, yang belum pernah bertemu sejak Juli lalu.

Putra Mahkota Saudi berusia 37 tahun, yang bertanggung jawab atas urusan sehari-hari kerajaan sebagai pengganti ayahnya, Raja Salman, dilaporkan mengolok-olok Biden secara pribadi, mengolok-olok kesalahan dan penyimpangan mentalnya. Presiden AS itu pun menuai kritik yang menuduhnya mengalah pada tekanan Arab Saudi.

Baca Juga: Arab Saudi-AS Sebut Situasi di Sudan Membaik, Gencatan Senjata Mulai Dipatuhi
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Iran Gempur 22 Pangkalan...
Iran Gempur 22 Pangkalan AS di Timur Tengah termasuk Hanggar Jet Tempur F-35
Rekomendasi
Prabowo Komitmen Sediakan...
Prabowo Komitmen Sediakan Obat Murah Agar Bisa Diakses Masyarakat
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar, Ade Darmawan: Berarti Dia Ngajak Perang
Berita Terkini
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved