Kian Panas, FBI Tangkap 3 Tentara China yang Menyamar Jadi Peneliti di AS
Jum'at, 24 Juli 2020 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
Pengumuman Departemen Kehakiman kemungkinan akan memicu ketegangan baru antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia yang telah memanas sejak pemerintah Trump memerintahkan China untuk menutup konsulatnya di Houston, Texas, paling lambat pada hari Jumat (24/7/2020). (Baca: Guam Target Empuk Rudal Jelajah China, Ini Cara AS Melindunginya )
Pemerintah Amerika telah mengintensifkan tuduhan bahwa China menggunakan operasi dunia maya dan spionase untuk mencuri teknologi, militer, dan pengetahuan AS lainnya dalam strategi untuk menggantikan Amerika Serikat sebagai kekuatan finansial dan militer terkemuka di dunia. Beijing membantah tuduhan itu.
"Anggota Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China ini mengajukan permohonan visa penelitian sambil menyembunyikan afiliasi mereka yang sebenarnya dengan PLA," bunyi pernyataan Departemen Kehakiman Amerika mengutip Asisten Jaksa Agung John Demers, seperti dikutip Reuters.
"Ini adalah bagian lain dari rencana Partai Komunis China untuk mengambil keuntungan dari masyarakat terbuka kita dan mengeksploitasi institusi akademik."
Kedutaan Besar China di Washington belum bersedia berkomentar. (Baca juga: China Bakar Dokumen di Konsulatnya yang Ditutup Paksa oleh AS )
Pemerintah Amerika telah mengintensifkan tuduhan bahwa China menggunakan operasi dunia maya dan spionase untuk mencuri teknologi, militer, dan pengetahuan AS lainnya dalam strategi untuk menggantikan Amerika Serikat sebagai kekuatan finansial dan militer terkemuka di dunia. Beijing membantah tuduhan itu.
"Anggota Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China ini mengajukan permohonan visa penelitian sambil menyembunyikan afiliasi mereka yang sebenarnya dengan PLA," bunyi pernyataan Departemen Kehakiman Amerika mengutip Asisten Jaksa Agung John Demers, seperti dikutip Reuters.
"Ini adalah bagian lain dari rencana Partai Komunis China untuk mengambil keuntungan dari masyarakat terbuka kita dan mengeksploitasi institusi akademik."
Kedutaan Besar China di Washington belum bersedia berkomentar. (Baca juga: China Bakar Dokumen di Konsulatnya yang Ditutup Paksa oleh AS )
Lihat Juga :