Kunjungi Pangkalan Rusia di Tajikistan, Lavrov Tegaskan Rencana Barat akan Gagal
Selasa, 06 Juni 2023 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan Asia Tengah juga dianggap sebagai front potensial melawan Rusia selain Kaukasus Selatan.
Lavrov juga menggunakan kesempatan itu untuk menyebutkan bahwa AS tidak tertarik melihat perdamaian dan ketenangan di Afghanistan.
Dia menyebut Washington mendukung kelompok teroris. "AS secara aktif mendukung Daesh (ISIS) yang tetap berada di Afghanistan, dan Al-Qaeda serta struktur teroris lainnya yang berafiliasi dengan mereka. Tujuannya sederhana, tidak membiarkan Afghanistan menjadi tenang," papar Menlu Rusia.
Lavrov juga menyoroti fakta Eropa telah memutuskan berperang melawan Rusia, dan Moskow perlu mencapai tujuannya dalam perang ini.
“Konsep kebijakan luar negeri kita mengatakan Eropa telah memilih jalan perang dengan kita. ...Oleh karena itu, tentu saja, kita masih harus hidup berdampingan dengan mereka, tetapi jika ini adalah perang, maka kita harus mencapai tujuan kita," ungkap Lavrov.
Dia juga mengatakan Eropa berusaha mendapatkan sesuatu yang bukan milik mereka, sedangkan Rusia menginginkan "apa yang menjadi milik kita".
Lavrov juga menggunakan kesempatan itu untuk menyebutkan bahwa AS tidak tertarik melihat perdamaian dan ketenangan di Afghanistan.
Dia menyebut Washington mendukung kelompok teroris. "AS secara aktif mendukung Daesh (ISIS) yang tetap berada di Afghanistan, dan Al-Qaeda serta struktur teroris lainnya yang berafiliasi dengan mereka. Tujuannya sederhana, tidak membiarkan Afghanistan menjadi tenang," papar Menlu Rusia.
Lavrov juga menyoroti fakta Eropa telah memutuskan berperang melawan Rusia, dan Moskow perlu mencapai tujuannya dalam perang ini.
“Konsep kebijakan luar negeri kita mengatakan Eropa telah memilih jalan perang dengan kita. ...Oleh karena itu, tentu saja, kita masih harus hidup berdampingan dengan mereka, tetapi jika ini adalah perang, maka kita harus mencapai tujuan kita," ungkap Lavrov.
Dia juga mengatakan Eropa berusaha mendapatkan sesuatu yang bukan milik mereka, sedangkan Rusia menginginkan "apa yang menjadi milik kita".
Lihat Juga :